Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Internet Tanpa Sensor Hanya untuk Orang Asing
Internet Tanpa Sensor Hanya untuk Orang Asing
Ditulis oleh Cheryl Chen Jumat, 24 Juni 2011

alt

Chongqing, sebuah kota besar di barat daya China yang terkenal akan kejenakaan bos neo-Maois Bo Xilai, akan segera memiliki akses bebas Internet - meskipun tidak semua orang dapat menikmatinya.

Sebuah artikel pada Southern Weekend 17 Juni melaporkan akan didirikan sebuah zona khusus bebas dari ‘Great Firewall’ China, tetapi hanya melayani perusahaan-perusahan internasional dan akan secara ketat diisolasi.

Artikel berjudul, "Distrik Cloud Chongqing: Tempat Tanpa Great Firewall," menarik banyak lirikan mata dari komunitas Internet China.

‘Distrik Cloud,’ sedang dibangun di wilayah dua sungai Chongqing dengan luas 10 kilometer persegi (sekitar 2.471 hektar), menurut laporan tersebut.

Jaringan ‘Distrik Cloud’ akan terhubung langsung ke Internet, tidak melalui Firewall rezim komunis China; sehingga investor asing akan dapat melaksanakan layanan data tidak terkekang oleh sensor rezim.

Tetapi para staf harus melalui pemeriksaan keamanan yang ketat untuk masuk wilayah ini.

Berita ini telah menjadi diskusi ramai di Internet.

"Kebebasan informasi telah menjadi sebuah kemewahan yang hanya bisa ditemukan dalam zone 10 kilometer persegi ini, pihak berwenang harus merasa malu," komentar salah seorang blogger.

"Ini hanya sebuah pemukiman orang asing baru, tapi di era Internet, dan sejarah hanya berulang dengan sendirinya," tulis blogger lain.

"Distrik Cloud adalah versi Internet dimana  'Orang-orang Tionghoa tidak diijinkan,' blogger lain berkomentar, mengacu pada rambu-rambu yang akan disiapkan di pemukiman asing dalam abad ke-19 menjelang awal abad 20.

Sementara Beijing menyetujui pengembangan zone khusus, instansi lain di birokrasi komunis China yang panjang telah mulai memaku pada persyaratan mereka sendiri.

Sebagai contoh, distrik khusus ini hanya akan diizinkan untuk memproses data dan kemudian mengirimkannya. Hanya informasi diproses oleh perusahaan-perusahaan bisnis internasional luar negeri bebas penyensoran, sedangkan cabang domestik dari perusahaan-perusahaan tersebut tidak menikmati hak yang sama. Informasi diproses di dalam dan luar zona khusus akan dipisahkan secara tegas. Dan rezim berhak untuk memeriksa secara acak data yang diproses di distrik khusus, menurut laporan Southern Weekend itu.

"Persyaratan ini mungkin terlihat sederhana, namun membawa mereka keluar tidak mudah. Ini berarti Chongqing yang harus mengembangkan seperangkat aturan baru, dengan tidak ada masalah yang boleh terlewatkan," kata laporan itu.

Apapun masalahnya, yang paling diharapkan para netizen ‘Distrik Cloud’ akan segera meluas menjadi 9,6 juta kilometer persegi, yang memungkinkan semua perusahaan China dan orang –orang China menikmati perlakuan yang sama," tulis seorang bloger. (EpochTimes/man)