Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Perdana Menteri Baru Tibet Dilantik
Perdana Menteri Baru Tibet Dilantik
Ditulis oleh Helena Zhu Rabu, 10 Agustus 2011

alt

Seorang sarjana hukum lulusan Harvard dilantik pada Senin (8/8) sebagai pemimpin baru dari pemerintah Tibet di pengasingan, mengambil alih semua tugas-tugas politik dari Dalai Lama.

Lobsang Sangay (43) mengambil sumpah jabatan pada upacara yang dipimpin oleh Dalai Lama di Tsuglagkhang Temple India, di mana pemerintah pengasingan berbasis.

Dalai Lama (76), telah perlahan-lahan menumpahkan tugas resminya sejak tahun 2001 ketika Sangay, dipilih secara langsung untuk pertama kalinya, bukannya ditunjuk oleh Dalai Dala sebaga Perdana Menteri Tibet (Kalon Tripa). Dengan dilantiknya Sangay pada Senin, pengunduran dirin Dalai Lama sudah lengkap.

"Hasil pemilihan ini harus mengirimkan pesan yang jelas kepada garis keras rezim komunis China, bahwa kepemimpinan Tibet jauh dari kegagalan, kita adalah demokrasi yang hanya akan tumbuh kuat di tahun-tahun mendatang," kata Sangay dalam pidato pelantikannya.

Pemimpin baru berjanji mengumpulkan beberapa ribu orang Tibet dimana ia akan berjuang melawan ‘kolonialisme komunis China’ mengutip kendali Partai Komunis China (PKC) atas Tibet selama enam dekade terakhir. Perjuangan itu sendiri, bagaimanapun, adalah ‘bukan melawan orang-orang China atau China sebagai sebuah negara.’

"Perjuangan kita adalah melawan kebijakan garis keras rezim komunis China di Tibet, ... melawan orang-orang yang mengingkari kebebasan, keadilan, martabat, dan identitas dari orang-orang Tibet," katanya.

Baru-baru ini, beberapa pemimpin China telah mengunjungi Lhasa ibukota Tibet untuk menandai 60 tahun sejak "pembebasan damai" di Tibet. Perayaan ulang tahun tersebut disertai dengan darurat militer di Tibet dan larangan bagi wisatawan asing memasuku Tibet.

"Kekuasaan Beijing di Tibet jelas tidak adil dan tidak bisa dipertahankan," kata pemimpin baru itu, menambahkan bahwa ia bersedia berunding dengan rezim komunis China "kapanpun dan dimanapun."

PKC menolak legitimasi Sangay dan menolak negosiasi apapun dengan dia. Sangay, yang lahir di kota Darjeeling India timur, belum pernah ke Tibet.

Dalam pemilihan umum yang diselenggarakan Maret lalu, hampir 50.000 orang Tibet yang berada di lebih dari 30 negara ambil bagian dalam pemungutan suara. Ada diperkirakan 150.000 pengungsi Tibet dan orang Tibet dipengasingan, mayoritas berada di India dan Nepal. (EpochTimes/dia)