|

Aktivis hak asasi manusia Gao Zhisheng masih ‘hilang’
15 Agustus 2011 adalah hari dimana pengacara HAM China Gao Zhisheng selesai menjalani 3 tahun hukuman dan memulai dua tahun masa percobaannya. Namun, sejak penampilan singkatnya pada 7 April 2010, menjelang kunjungan Hu Jintao ke Amerika Serikat, belum ada yang melihat atau mendengar tentang dia lagi.
Ketika Wakil Presiden Joe Biden mengunjungi China pada 16 Agustus, kami melihat foto-foto dirinya makan di sebuah restoran lokal dan berbicara dengan para pemimpin top seperti Xi Jinping dan Hu Jintao. Apakah Mr. Biden menyelesaikan apa yang diminta oleh istri Gao kepadanya – untuk mencari suaminya yang hilang?
Hari Internasional PBB Korban Penghilangan Paksa jatuh pada 30 Agustus lalu. Apakah PBB menaruh perhatian pada hilangnya Mr. Gao? Jika tidak, apa arti hari khusus itu bagi orang-orang China di kemudian hari?
Sebagai reporter, saya prihatin akan hilangnya Gao. Saya menelepon Geng He, istri Gao, dan berbicara dengannya pada 15 Agustus malam. Geng He berkata: "Saya tidak ingat berapa kali saya telah menelepon China, tapi tidak ada yang punya informasi tentang dia." Saya mendengarnya menangis sangat sedih. Dia melanjutkan: "Pihak berwenang China tidak punya alasan untuk menculik suami saya dan mereka harus mengembalikannya kepada kami."
Geng He juga mendesak masyarakat internasional untuk membantu menemukan suaminya. Parlemen Uni Eropa, pemerintah AS, organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional semua telah merespon. Pada 27 Maret Geng He bahkan menulis kepada The New York Times untuk meminta bantuan. Geng He adalah seorang istri dan ibu. Jelas rezim China telah mendengar suaranya, tapi tetap acuh tak acuh.
Gao Zhisheng pernah disebut sebagai salah satu dari ‘10 pengacara top’ China. Pada tahun 2005, ia mempublikasikan surat terbuka kepada Hu Jintao untuk mengekspos penganiayaan brutal rezim komunis China terhadap para praktisi Falun Gong dan ia meminta agar rezim menghentikan tindakan tidak manusiawinya. Sayangnya, ia sendiri kemudian diculik dan disiksa secara brutal karena itu. Gao pernah berpikir untuk bunuh diri di penjara ketika ia tidak tahan lagi, namun para penjaga menertawakannya dan berkata, “Bunuh diri adalah sebuah kemewahan yang hanya bisa kamu mimpikan saja.”
Geng He mengungkapkan pemikirannya selama wawancara: "Bagaimanapun indahnya Amerika, tapi hati kami tidak ada di sini. Kami aman di sini, tapi kami memikirikannya siang dan malam.”
Sangat sedikit yang bisa membayangkan kalau kehilangan berita tentang Gao bisa menyebabkan siksaan yang begitu besar bagi Geng He dan anak-anaknya.
Putri Gao, Geng Ge berumur 18 sekarang. Kamarnya penuh dengan gambar Gao yang seringkali diajaknya bicara. Suatu kali, Geng He membawanya mengunjungi seorang teman pendeta dan dia meminta pulang lebih awal karena ada percakapan antara ayah dan putrinya. Dia mengatakan pada Geng He bahwa selanjutnya ia hanya akan mengunjungi keluarga tanpa ayah.
Tianyu adalah anak laki-laki 7 tahun Gao. Dia mulai memahami situasi di rumahnya juga. Setelah dia menyaksikan sebuah film animasi, dia mengatakan kepada Geng He, “Saya tidak punya keluarga, karena saya tidak punya ayah. Anak-anak dalam film animasi semuanya tersenyum. Saya tidak bisa, meskipun saya telah mencobanya.” 27 Agustus adalah ulangtahun Tianyu. Dia bertanya apakah ia bisa menelepon ayahnya. Geng He meneteskan air mata dan melanjutkan, “Bagi seorang anak untuk menelepon ayahnya adalah sebuah permintaan yang sederhana dan masuk akal, tapi itu tidak mungkin di China.”
Sekarang Geng He dapat menelepon kerabat Gao untuk informasi. Namun, kakaknya telah diberitahu jika ia berani menanyakan tentang Gao, dua anaknya akan kehilangan pekerjaan mereka dan kakaknya dilarang pergi ke mana pun tanpa izin. Ayah Geng He yang berumur 80 tahun diberitahu: “Jika kamu pergi mencarinya, kita jadi harus menahan kamu selama 15 hari karena mengganggu stabilitas sosial.”
Setelah Gao Zhisheng dihukum dan menghilang di China, ia dianugerahi dengan “Penghargaan Pengacara Pemberani” oleh Association of American trial lawyers pada 2007, “Penghargaan Hak Asasi Manusia Internasional” pada 2010 dan “Penghargaan Kebebasan Berbicara” oleh organisasi penerbit British pada Maret 2011. Dia dua kali dinominasikan untuk “Nobel Perdamaian.”
15 Agustus telah lama berlalu, tetapi seluruh dunia tidak dapat melakukan apa-apa terhadap rezim China. Satu-satunya yang terdengar adalah suara lemah Geng He yang terus meminta rezim komunis China, “Dimana suami saya dan ayah anak-anak saya? Tolong kembalikan dia pada kami.” (EpochTimes/khl) |