Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Komunis China Bunuh Budaya Tibet
Komunis China Bunuh Budaya Tibet
Ditulis oleh Era Baru News Selasa, 08 November 2011

alt

Dalai Lama bertemu dengan PM Yoshihiko Noda dan beberapa anggota parlemen Jepang.

Pemimpin Tibet, Dalai Lama, menuduh rezim komunis China melakukan pembunuhan budaya atas penduduk yang tinggal di kawasan Tibet.

"Sejumlah kebijakan, sejumlah pembunuhan budaya sedang berlangsung," katanya kepada para wartawan dalam kunjungannya ke Tokyo (5/11).

Dia menambahkan keputusasaan atas tekanan komunis China telah mendorong rangkaian aksi bunuh diri warga Tibet di Provinsi Sichuan China.

"Jadi itulah yang anda lihat, situasi yang sedih ini, yang terjadi karena situasi yang frustasi," tambahnya seperti dikutip AFP.

Sedikitnya sepuluh biksu maupun mantan biksu membakar diri sebagai protes terhadap kekuasaan rezim komunis China di Tibet. Tujuh diantaranya meninggal dunia.

Aparat keamanan China juga dituduh tidak membantu para pengunjuk rasa yang membakar diri dan menggunakan kekerasan untuk membubarkan rekan-rekan mereka yang berada di tempat unjuk rasa.

"Jadi itulah yang anda lihat, situasi yang sedih ini, yang terjadi karena situasi yang frustasi."

Dalam kunjungannya ke Jepang, Dalai Lama bertemu dengan Perdana Menteri Yoshihiko Noda dan beberapa anggota parlemen, antara lain meminta Jepang untuk memberi tekanan kepada China guna membangun kebebasan dan demokrasi.

Pemimpin Tibet ini juga berkunjung ke Ishinomaki - salah satu kawasan yang dilanda gempa dan tsunami di Jepang dan bersembahyang untuk para korban gempa dan tsunami.

Pada bulan Maret 2008, terjadi unjuk rasa besar di ibukota Tibet, Lhasa, untuk menentang kekuasan rezim komunis China di kawasan itu yang dilaporkan menewaskan 200 warga Tibet.

Banyak warga Tibet yang marah dengan kebijakan rezim komunis China di kawasan itu yang menurut mereka mematikan budaya setempat.

Sementara itu kelompok hak asasi Free Tibet mengatakan sekitar 10.000 warga Tibet melakukan aksi unjuk rasa, Minggu 6 November, di depan biara di Provinsi Sichuan, tempat seorang biksu perempuan membakar diri pekan lalu.

Palden Choetso yang berusia 35 tahun, menjadi biksu terakhir yang tewas karena membakar diri pada Kamis 3 November. (Erabaru/BBC/sum)