Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Obama Rangkul ASEAN, China Ketakutan
Obama Rangkul ASEAN, China Ketakutan
Ditulis oleh Era Baru News Minggu, 20 November 2011

alt

Presiden Barack Obama telah menetapkan jalur konfrontasi dengan Beijing, saat dia menjelaskan pertemuan puncak Asia Timur sebagai mekanisme terbaik untuk menangani wilayah bergolak atas Laut China Selatan.

Pemerintah China telah menyatakan bahwa sengketa berkepanjangan harusnya terbatas pada pembicaraan yang akan diadakan pada hari Sabtu (19/11), yang akan dihadiri oleh Obama, Wen Jiabao dan 16 negara-negara lain termasuk beberapa Negara yang mengklaim atas selat tersebut.

Namun Obama mengatakan pertemuan itu, diadakan tahun ini di Pulau Bali  Indonesia , "yang dapat menjadi arena utama bagi kita untuk dapat bekerja sama dalam berbagai isu - keamanan maritim atau non-proliferasi."

Obama telah membuat kesal China dengan langkahnya  meningkatkan peran AS sebagai kekuatan regional, menempatkan angkatan lautnya di Australia utara dan berpotensi mendorong pakta trans-Pasifik perdagangan transformasional.

Beijing menganggap inisiatif ini sebagai mencampuri lingkup pengaruhnya sendiri, dengan sengketa Laut China Selatan menempatkan perbedaan dua kekuatan utama dunia 'menjadi fokus mencolok.

Pada hari Jumat (18/11), Wen lagi memperingatkan terhadap interferensi oleh "kekuatan eksternal" dalam perdebatan tersebut.

China mengklaim semua daerah strategis, seperti halnya Taiwan, sementara empat negara Asia Tenggara menyatakan kepemilikan bagian dari itu,  Vietnam dan Filipina menuduh pasukan Beijing meningkatkan agresi di sana.

Wilayah ini merupakan jalur utama  lebih dari sepertiga perdagangan yang berlayar di laut dunia dan sebagian lalu lintas adalah minyak dan gas, dan diyakini deposit  minyak bumi ada di bawah dasar laut itu.

Washington mengatakan keamanan rute perdagangan laut utama ini layak mendapat dialog serius.

Pada pertemuan terpisah dengan Presiden Filipina Benigno Aquino, Obama mengatakan kedua negara, yang memiliki perjanjian aliansi 60 tahun,  "akan saling bantu satu sama lain ketika ada urusan keamanan."

Manila tahun ini menuduh pasukan Beijing penembaki nelayan Filipina dan memotong kabel kapal eksplorasi minyak, sementara Filipina telah menyita kapal kecil nelayan China.

Para diplomat pekan ini di Bali telah berbicara mengenai tantangan anggota Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang menyelenggarakan KTT mereka sendiri Jumat, menghadapi sebuah tindakan seimbang antara Beijing dan Washington.

China adalah mitra dagang terbesar ASEAN, dan lebih suka bernegosiasi dengan tetangga regional yang lemah  secara pribadi  ketimbang secara kolektif.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin Asia Tenggara Jumat menjelang KTT Asia Timur yang lebih luas, Wen menentang sikap Obama pada diskusi puncak dan mengatakan China hanya berniat damai terhadap tetangga-tetangganya.

"Perselisihan di Laut China Selatan adalah suatu hal yang telah berlangsung bertahun-tahun. Ini harus diselesaikan oleh negara-negara berdaulat yang relevan melalui konsultasi yang ramah dan diskusi secara langsung," katanya dalam pidatonya, yang dirilis oleh lembaga berita resmi China Xinhua.

"Kekuatan-kekuatan eksternal tidak harus menggunakan alasan apapun untuk mengganggu," tambahnya. "China tidak akan pernah mencari hegemoni (dominasi) dan kami menentang setiap perilaku hegemonik."

China dan ASEAN menyepakati "deklarasi etik" tidak-mengikat untuk melingkupi wilayah itu pada tahun 2002, tetapi belum sepenuhnya diimplementasikan. Rencana untuk memiliki kekuatan hukum tetap kode etik itu jauh dari realisasi. (Telegraph/man)