Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Pemenang Nobel Perdamaian Berkampanye untuk Bebaskan Aktivis China
Pemenang Nobel Perdamaian Berkampanye untuk Bebaskan Aktivis China
Ditulis oleh Era Baru News Senin, 12 Desember 2011

alt

Lima pemenang Hadiah Nobel Perdamaian telah meluncurkan kampanye mendesak pelepasan  aktivis Liu Xiaobo, yang juga adalah sesama penerima hadiah Nobel.

Komite Internasional Pendukung Liu Xiaobo mengatakan bahwa Liu adalah  satu-satunya pemenang Nobel saat ini yang di penjara, dan menuduh masyarakat internasional melupakan janjinya.

Liu turut menulis sebuah manifesto pada tahun 2008 menyerukan untuk mengakhiri pemerintahan partai tunggal di China, dan ditahan pada akhir tahun itu. Seruannya untuk perubahan politik secara damai mengakibatkan ia dikum 11 tahun penjara atas tuduhan "menghasut subversi kekuasaan negara."

"Sayangnya, hukuman 11 tahun penjara tampaknya dilupakan perlahan tapi pasti di luar China," kata kelompok ini, yang meminta "segera membebaskan Liu dan tanpa syarat."

Penyerahan Hadiah Nobel Perdamaian 2011 dilakukan di Oslo, Norwegia, pada Sabtu (10/12).

Pengumuman Hadiah Nobel Liu tahun lalu member semangat komunitas aktivis China yang dianiaya dan menggugah AS, Jerman dan Negara lainnya untuk menyerukan pembebasannya. Hal ini juga membuat marah rezim komunis China, dan rezim melecehkan dan menahan puluhan pendukung Liu.

Hal ini juga mengakibatkan perlakuan kasar terhadap istri Liu, Liu Xia, yang sebagian besar telah dilakukan melarang Liu Xia mengadakan hubungan dengan orang lain,, di bawah tahanan rumah, dibawah pengawasan polisi, tanpa akses telepon atau internet dan larangan keluar kecuali melihat beberapa anggota keluarga.

Kampanye untuk pembebasan Liu datang dari pemenang Nobel Shirin Ebadi, Jody Williams, Mairead Maguire, Betty Williams dan Desmond Tutu. Juga terlibat adalah mantan Presiden Republik Ceko Vaclav Havel dan aktivis dari Reporters Without Borders dan kelompok hak asasi lainnya. (telegraph/man)