| China Penjarakan Aktivis Pro-Demokrasi |
| Ditulis oleh Erabaru | Sabtu, 24 Desember 2011 |
|
Penulis yang juga salah satu aktivis pro-demokrasi China, Chen Wei dihukum sembilan tahun penjara karena dianggap 'memicu subversi kekuasaan negara'. Lewat beberapa tulisan online, Chen menyerukan kebebasan berpendapat dan reformasi sistem satu partai China. Ia adalah satu dari beberapa ratus orang anti-pemerintah yang ditangkap di China tahun ini, menyusul maraknya seruan-seruan protes di dunia maya China yang terilhami oleh gerakan di Timur Tengah. Sejumlah laporan mengatakan bahwa Chen mengaku tidak bersalah dan berkata bahwa "demokrasi" akan berjaya di China. Ia selalu bersikeras bahwa ia hanya menyampaikan pendapat seperti diizinkan oleh undang-undang China. Istrinya berkata pada BBC bahwa persidangan itu adalah sebuah "pertunjukan" dan vonis telah ditentukan jauh sebelumnya. Tuntutan terhadap Chen berdasar pada beberapa esai yang ia tulis untuk situs-situs web asing berisi kritik terhadap sistem politik di China dan pujian atas pertumbuhan masyarakat sipil. Persidangan di Suining dilakukan secara tertutup dan hanya berlangsung dua jam. Selain dipenjara, Chen juga kehilangan hak-hak politik selama dua tahun. Vonis itu diyakini sebagai hukuman terberat yang pernah dijatuhkan pada mereka yang terlibat dalam Revolusi Melati, sebuah upaya untuk meniru kebangkitan demokrasi di negara-negara Arab di China. Pengacara Chen, Zheng Jianwei, menyampaikan pernyataan Chen pada kantor berita Reuters sesudah vonis diumumkan: "Kediktatoran akan jatuh, demokrasi akan berjaya." Istrinya, Wang Xiaoyan, berkata pada BBC ia "sangat tidak bahagia" dengan vonis tersebut. "Saya rasa sidang hari ini hanyalah sebuah pertunjukan. Vonis itu telah ditetapkan jauh di awal persidangan. Mereka tidak mengizinkan siapa pun bicara. Tidak ada kebebasan berpendapat." Menurut Wang, esai-esai Chen telah disalahartikan dan maksud tulisannya telah diubah, serta ia tidak melakukan apa pun untuk memicu subversi. "Ia adalah lelaki yang sangat patriotik. " Kelompok hak asasi Human Rights in China (HRC) mengatakan Wang dan anggota keluarga Chen lainnya mengalami pelecehan dari polisi selama Chen ditahan, dan ia hanya diizinkan bertemu pengacara dua kali di tahanan. Ia juga pernah dipenjara karena ikut serta dalam aksi mahasiswa pada 1989 di Lapangan Tiananmen. Padav pertengahan April, The New YorkTimes melaporkan bahwa setidaknya 54 aktivis telah ditangkap. Sejak itu, berbagai hukuman telah dijatuhkan - seorang aktivis perempuan menerima penahanan hingga sembilan bulan. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Percaya
- Korut Tengah Bangun Reaktor Nuklir Baru
- Chen Guangcheng Terima Paspor Dalam 15 Hari
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Cangkok Retina Dengan Tenaga Cahaya
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Penyebab dari Kegagalan
- Makhluk Laut Misterius (Video)
- Kunyit Dapat Mematikan Sel Kanker
- Biksu Korea Terekam Kamera Saat Merokok dan Berjudi
- Prajurit Angkuh Kalah Perang
- Tim SAR Temukan 10 Jenazah di Lokasi Jatuhnya Sukhoi
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Lapan : Sukhoi Dikepung Awan Menjulang Tinggi
- Adat Pemakaman Tradisional China (1)





Mozilla Firefox