|

Sebuah serial televisi populer yang diproduksi di Hong Kong telah dilarang di daratan China, sebagai larangan pertama selama sekitar 20 tahun.
Serial televisi, "Ketika Surga Terbakar," yang disiarkan oleh TVB Hong Kong, telah dilarang oleh otoritas komunis China pada 27 Desember. Referensi terselubung pembantaian Tiananmen tahun 1989, dan sebuah spanduk yang dibentang oleh praktisi Falun Gong dalam satu adegan di Causeway Bay, tempat yang terkenal di pusat kota Hong Kong, pada Episode 10 mungkin berada di balik keputusan tersebut.
Tsang Sing-ming, asisten pengawas urusan eksternal TVB, mengatakan kepada Epoch Times bahwa mereka diberitahu oleh agen perusahaan di Shanghai dimana 11 situs video streaming daratan telah menerima perintah dari Administrasi Film Radio dan Televisi (SARFT) Negara China untuk menghentikan penyiaran Program tersebut.
"Kami sedang dalam proses mencari tahu situasi melalui agen kami di Shanghai," kata Tsang. "Tetapi saya tidak berkir bahwa kami akan mendapatkan balasan dalam waktu singkat."
Apple Daily melaporkan pada 28 Desember bahwa penulis naskah, Chow Yuk Ming, secara terang-terangan mengatakan bahwa "Ketika Surga Terbakar " terinspirasi oleh pembantaian 4 Juni. Untuk menghindari kecurigaan ketika dimulai produksinya (tahun 2009), ia menggeser waktu dalam drama dari 20 tahun sebelum (1989) sampai 18 tahun sebelum (1991).
Dalam serial TV, empat sekawana pergi mendaki gunung bersama tetapi hanya tiga orang yang kembali. Bertahun-tahun kemudian rahasia terungkap bahwa tiga sekawan ini membunuh kawan satunya dan memakan dagingnya untuk bertahan hidup. Ke-30 episode "Ketika Surga Terbakar" tidak secara langsung berbicara tentang pembantaian 1989, tetapi adegan berdarah yang digambarkan pers Hong Kong mengingatkan pemirsa atas pembantaian.
Kwong Wah Daily, surat kabar Hong Kong menulis pada 28 Desember, serial yang menggambarkan insiden Tiananmen sebagai "peristiwa besar" untuk mengubah masyarakat China, dan adalah sama dengan "kanibalisme."
Penyebab secara langsung dari larangan tersebut mungkin sebuah spanduk yang dibentang oleh praktisi Falun Gong, sebuah praktek spiritual yang dianiaya berat di China daratan, pemandangan yang muncul dalam satu adegan di Causeway Bay, tempat yang terkenal di pusat kota Hong Kong, pada Episode 10.
Profesor Joseph Cheng, Ketua Ilmu Politik di Universitas Hong Kong, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa pelarangan program tersebut secara jelas merujuk pada politik PKC yang menunjukkan "rasa tidak aman" dari para pejabat partai.
"Serial TV di Hong Kong semuanya dibuat untuk memperbaiki situsi politik untuk menghindari larangan PKC. Tetapi meskipun dengan kehati-hatian tersebut, serial TVB masih menginjak sebuah ranjau, yang menunjukkan bahwa sensor PKC telah menjadi ketat, dan juga merupakan refleksi dari rasa tidak aman para pemimpin PKC. Banyak hal menjadi tabu," katanya.
Richard Tsoi, Wakil Ketua Aliansi Hong Kong dalam Mendukung Gerakan Demokrasi Patriotik di China, mengatakan kepada harian Oriental bahwa larangan tersebut menunjukkan bahwa pihak berwenang China berada dalam keadaan "gangguan saraf."
Sebuah surat kabar Ming Pao menghubungi SARFT pada 27 Desember untuk menanyakan tentang pelarangan itu via telepon, mereka menutup telepon. Seorang karyawan SARFT mengatakan, "Kami tidak memiliki kewajiban untuk diwawancarai" sebelum meletakkan telepon kembali pada penerima. (EpochTimes/suk) |