|
Ditulis oleh Alex Johnston
|
Selasa, 10 Januari 2012 |
|
Seorang pria China melemparkan beberapa bom Molotov di Kedutaan Besar Jepang di Seoul, menurut laporan media pada Minggu (8/1).
Pria itu mengklaim bahwa neneknya dipaksa dalam perbudakan seksual sebagai apa yang disebut "wanita penghibur" oleh militer Jepang selama Perang Dunia II, menurut Kantor Berita Korea Selatan Yonhap.
Pria itu diidentifikasi memiliki nama Lui dari Propinsi Guangzhou di China selatan, kata polisi kepada kantor berita. Pihak berwenang melaporkan bahwa dia tiba di Korea Selatan sebagai turis yang datang dari China melalui Jepang.
"Kami menemukan Lui adalah orang yang mengaku telah membakar pintu Kuil Yasukuni Jepang bulan lalu," kata seorang juru bicara polisi kepada Yonhap, merujuk ke kuil Shinto yang didirikan untuk tentara dan yang lainnya yang meninggal dalam berjuang untuk kaisar Jepang. Kuil ini juga berisi sebuah museum Perang Dunia II.
Menurut Korea Times, dua dari bom molotov itu mengenai dinding kedutaan, tetapi tidak terbakar. Tak satu pun dari bom rakitan itu menyebabkan cedera atau kerusakan properti.
Polisi mengatakan Lui membuat 11 bom molotov tetapi hanya melemparkan empat bom, menurut Times.
Masalah "wanita penghibur" telah terus menerus menjadi poin yang membuat marah antara Korea Selatan dan Jepang. (EpochTimes/dia) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!