|

Foto dari kelompok kelas dua dan tiga menari untuk pemimpin partai komunis lokal di tengah hujan dengan suhu dingin selama perayaan Tahun Baru mengundang komentar kritis dari para pengguna internet China.
Anak-anak di sekolah dasar di Shidangang Kota Wenzhou, China bagian tenggara Provinsi Zhejiang, sedang memberikan pertunjukkan tari di luar ruangan pada 29 Desember 2011 sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru. Mereka menari di tengah hujan, dengan suhu dingin, mengenakan pakaian tipis, sementara para pemimpin partai lokal sedang menikmati acara duduk di atas panggung dengan menggunakan payung.
Di latar belakangi sebuah spanduk bertemakan: "Hati Anak Pelangi Mengawal Kehidupan."
Ini menimbulkan kemarahan besar di Internet setelah foto berjudul "Anak-anak menari berhujan-hujan bagi pemimpin Partai Komunis China (PKC) yang mengenakan payung", diposting pada microblog Weibo 9 Januari.
"Carollj" berkata: "Anak-anak menari di tengah hujan musim dingin sementara para pejabat menikmatinya di atas panggung. Para pejabat tidak dapat mengubah sifat alaminya yang arogan dan merosot"
"Jasmine 1223" mengatakan: "Mengawal kehidupan? Mungkin mereka sedang mengawal kehidupan para pemimpin partai, yang menginjak-injak hati anak-anak."
"Don’t-understand-life" mengatakan: "Bagaimana bisa para pemimpin melihat anak-anak menari di tengah hujan? Mungkin mereka telah kehilangan hatinya sejak lama."
Para Pemimpin Partai ‘Lebuh Dulu’
Menurut sebuah laporan dari Harian Southern Metropolis, observatorium meteorologi lokal menerbitkan sebuah peringatan angin pesisir untuk hari itu, dengan curah hujan dan suhu tertinggi sekitar 12 sampai 14 derajat Celcius (antara 54 dan 57 derajat Fahrenheit).
Seorang guru dari sekolah dasar Shidangang dengan nama akhir Xu, mengatakan hujan mulai reda, dan anak-anak tidak akan mampu menari jika mereka mengenakan jas hujan. Mereka tidak mengenakan jas hujan disaat menari.
"Jas hujan hanya untuk ukuran anak-anak, orang dewasa tidak bisa memakainya, jadi kita harus menggunakan payung untuk para pemimpin," jelas Xu.
Menurut situs sekolah dasar Shidangang, di antara delegasi yang menghadiri perayaan itu adalah: Lin Xuanfu, sekretaris partai komunis dan direktur Departemen Pendidikan kabupaten Lucheng; Lin Kefu, konsultan pendidikan untuk pemerintah kabupaten Lucheng; Li Zhenyang, mahasiswa direktur Departemen Pendidikan Kota Wenzhou; Cheng Xiaohua, wakil sekretaris partai dari Departemen Pendidikan Kabupaten Lucheng.
Setelah skandal susu bubuk beracun 2008, runtuhnya sekolah selama gempa bumi Sichuan, dan banyaknya tragedi besar dan kecil lainnya yang melibatkan anak-anak China dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang China telah menjadi semakin sensitif dan berbicara blak-blakan terhadap pelecehan anak-anak.
Beberapa pengguna internet mengatakan pertunjukan tari di tengah hujan mengingatkan mereka tentang kebakaran besar di Kota Karamay pada tahun 1994, dimana lebih dari 200 anak tewas dalam kebakaran itu karena para pemimpin partai lari menyelamatkan diri.
Kebakaran Karamay terjadi pada 8 Desember 1994 di Friendship Hotel Kota Karamay, Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang. Ketika kebakaran terjadi selama pertunjukan menyambut pejabat provinsi, seorang pejabat berteriak: "Semua orang duduk. Jangan bergerak. Biarkan para pemimpin berjalan keluar lebih dulu."
Dari 325 kematian, 288 adalah anak-anak sekolah dasar dan menengah. Semua pejabat setempat selamat. Tujuh belas dari 23 pejabat provinsi tewas, enam lainnya terluka.
Orang-orang China mengingat kecelakaan tragis dengan slogan, "Biarkan para pemimpin berjalan keluar lebih dulu." (EpochTimes/suk) |