Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Pemimpin Komunis Katakan Budaya Barat Serang China
Pemimpin Komunis Katakan Budaya Barat Serang China
Ditulis oleh Yiran Feng Rabu, 18 Januari 2012

alt

Sejak China membuka pembangunan ekonomi ke Barat sekitar 30 tahun yang lalu, para pemimpin partai komunis menjadi prihatin akan ideologi Barat dan nilai-nilainya yang akan mengubah masyarakat China dan sistem satu partai politik rezim. Namun pidato Hu Jintao mengungkapkan tingkat baru kecemasan dalam tubuh Partai Komunis China (PKC) tentang ancaman ideologi Barat dan budaya yang menyusupi China.

Majalah Qiushi, inti publikasi dan jurnal Komite Sentral PKC, baru-baru ini menerbitkan sebuah pidato pemimpin PKC, Hu Jintao pada sesi ke-6 Kongres Nasional ke-17 partai komunis pada Oktober lalu.

Kongres Nasional biasanya tidak membahas kebijakan budaya, tapi telah membicarakan subjek ini dalam sesi. Dua bulan kemudian, majalah Qiushi menerbitkan sebuah versi singkat terdiri dari 5.000 kata dari pidato Hu, di mana ia menyuarakan peringatan tentang invasi budaya Barat.

"Kekuatan musuh semakin meningkatkan intensitasnya menggelar strategis untuk mem-Baratkan dan memecah belah China," kata Hu. "Bidang Ideologi dan budaya adalah fokus dari upaya infiltrasi kekuatan musuh jangka panjang."

'Kekuatan Musuh'

Beberapa analis menunjukkan ironi pernyataan Hu tidak sadar bahwa komunisme itu sendiri diimpor dari Barat.

Zhao Pei, seorang komentator pada New Tang Dynasty TV, sebuah jaringan televisi independen berbahasa Mandarin berkantor pusat di New York, mengatakan ideologi komunis yang diimpor dari Barat menyusupi China 90 tahun lalu, dan telah menjadikan daratan China sebagai Negara komunis selama 62 tahun.

Bagian yang menarik dari pidato Hu menyebutkan tentang "kekuatan musuh," kata Zhao.

"Kata-kata ini mengekspos sikap permusuhan rezim komunis terhadap dunia bebas. PKC telah berbicara tentang keterbukaan dan reformasi dan ingin berhubungan dengan masyarakat internasional, tetapi ini semua omong kosong," kata Zhao. "Pikiran utama dari para diktator ini adalah untuk mempertahankan kekuasaan otoriternya."

Zhao juga menyebutkan kegemparan di kalangan masyarakat China terhadap gaya hidup Duta Besar AS untuk China, Gary Locke yang polos dan sederhana, dikritik oleh beberapa media rezim sebagai upaya untuk memecah belah China.

"Bagi masyarakat China, gaya Barat dari Gary Locke telah menjadi impian yang telah lama ditunggu-tunggu," kata Zhao. "Para pengguna internet China berpendapat bahwa jika Gary Locke pergi keluar dengan pengawalan ketat polisi, minum Maotais [sejenis minuman keras mahal khas China], bermain dengan gundik-gundik, dan terlibat dalam korupsi, tentu dia dalam mempromosikan nilai-nilai dan budaya komunis China."

Menjaga Stabilitas

Para pengguna internet China telah menjadi lebih vokal dan kritis terhadap rezim ketika revolusi tahun lalu di Timur Tengah dan Afrika Utara. Dengan ekonomi yang merosot tajam, protes massa juga meningkat.

Rezim telah menangkap dan membungkam banyak pengacara dan aktivis HAM, mengendalikan dengan ketat konten internet selama 2011. Anggaran untuk mengontrol warga negara China dikatakan melebihi anggaran militer China.

Setelah pidato Hu dipublikasikan, banyak kota-kota besar di China telah menegakkan sistem pendaftaran dengan menggunakan nama asli bagi para pengguna mikro blog populer Weibo.

Lin Heli, seorang komentator berbicara pada Radio Internasional Prancis mengatakan bahwa PKC telah memperketat kebijakan terhadap budaya dan internet sejak sesi ke-6 dari Kongres Nasional ke-17, para aktivis juga mengalami penindasan babak baru.

Dalam jangka panjang, mengendalikan mikro blog dan media internet adalah persoalan yang sulit. Tetapi dalam rangka mencapai tujuannya apa yang disebut ‘menjaga stabilitas,’ PKC berjanji untuk meningkatkan pendanaan dan tenaga kerja pada bidang ini. (EpochTimes/suk)