Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Penulis China Ungkap Perlakuan Tak Manusiawi Pemerintah Komunis
Penulis China Ungkap Perlakuan Tak Manusiawi Pemerintah Komunis
Ditulis oleh Erabaru Sabtu, 21 Januari 2012

alt

Penulis ternama China, Yu Jie membeberkan perlakuan tidak manusiawi yang ia terima dari pemerintah komunis  hingga memaksanya harus pergi meninggalkan tanah kelahirannya.

Yu Jie terkenal setelah menulis buku China's Best Actor: Wen Jiabao, sebuah buku kontroversial yang membuat sang perdana menteri terusik. Buku itu dilarang beredar di China.

Dalam sebuah jumpa pers di Washington DC, ia mengatakan bahwa ia dijemput polisi berseragam pada 9 Desember 2010 sehari sebelum penganugerahan Nobel.

Setelah dijemput polisi, kepala Yu Jie ditutup dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahuinya.

"Saya kemudian ditelanjangi, dipukuli berjam-jam dan mereka memberitahu bahwa foto telanjang saya akan disebar di dunia maya," kenang Yu Jie, seperti dilansir BBC.

Selain itu, ia juga menderita banyak luka akibat sundutan rokok.

"Mereka juga terus menyebut saya pengkhianat negara, pengkhianat rakyat China dan sampah," imbuhnya.

Hingga pada 13 Desember Yu Jie dilepaskan dan dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan medis.

Selanjutnya dia kerap dikenakan tahanan rumah dan semua kegiatan rutinnya selalu dalam pengawasan pemerintah.

"Setelah lebih dari satu tahun mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, saya tak punya pilihan lain selain meninggalkan China," ungkap Yu Jie.

Kini Yu tinggal di Amerika Serikat bersama anak dan istrinya. Dia tengah merencanakan menerbitkan biografi pemenang nobel Liu Xiaobo dan buku tentang Presiden Hu Jintao.

Liu Xiaobo sendiri saat ini tengah menjalani hukuman penjara selama 11 tahun di China.

Sebelumnya, Duta Besar Amerika Serikat di Cina Gary Locke mengatakan perlindungan hak asasi manusia di China terus mengalami penurunan sejak 2008.

Sementara itu, laporan dari China mengatakan, penulis dan aktivis Li Tie ditahan aparat berwenang karena dianggap melakukan tindak subversi.

Jika kabar ini benar, maka Li Tie adalah orang ketiga yang ditahan atas tuduhan serupa dalam satu bulan terakhir. (Erabaru/bbc.co.uk/sua)