Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> San Francisco: Protes Melawan Intervensi Konsul China terhadap Urusan AS
San Francisco: Protes Melawan Intervensi Konsul China terhadap Urusan AS
Ditulis oleh Alice Lovett Rabu, 01 Februari 2012

alt

Lebih dari seratus orang berkumpul di depan konsulat China di San Francisco pada Jumat (27/1) lalu, bersatu dengan pesan: "Konsul China, segera hentikan mengganggu Shen Yun dan pejabat pemerintah AS." Tindakan terakhir Konsul China, kata mereka, sama dengan mengorbakan kedaulatan AS.

Mereka memprotes surat yang ditulis oleh Konsul Jenderal China Gao Zhansheng kepada anggota Dewan Kota Seattle, mendesak Penasihat untuk tidak mendukung produksi perusahaan tarian klasik China di Seattle, Shen Yun Performing Arts.

Shen Yun memiliki misi untuk membangkitkan peradaban Tiongkok 5000 tahun, yang banyak diserang dan dihancurkan selama beberapa dekade pemerintahan komunis di China.

Dalam surat tersebut, konsul China mendesak anggota dewan untuk tidak menghadiri pertunjukan Shen Yun, atau mendukungnya dalam bentuk apapun.

"Dalam pertunjukan tersebut, Shen Yun telah memasukkan tarian yang menggambarkan penganiayaan yang kini masih berlangsung oleh rezim komunis China terhadap Falun Gong, prinsip meditasi tradisional China – salah satu benteng pertahanan terakhir dari kebudayaan tradisional China yang tersisa di China hari ini,” kata penasehat media dari Asosiasi Studi Buddha Falun San Francisco, yang menjadi tuan rumah acara tersebut.

Ms. Anna Wang, perwakilan Asosiasi, menyebutkan bahwa ini bagian dari sejarah panjang penganiayaan partai komunis China terhadap para praktisi Falun Gong di AS.

"Kita harus mengirimkan pesan yang kuat kepada pihak berwenang China, bahwa mencampuri urusan pemerintahan AS di tanah AS adalah perilaku yang sama sekali tidak dapat diterima. Kita tidak boleh membiarkan sebuah rezim komunis asing untuk mendikte pejabat AS apa yang mereka bisa dan tidak bisa lihat atau lakukan, di negara kita,” seru kelompok itu.

Para praktisi Falun Gong, yang telah dianiaya di China sejak tahun 1999 ketika mantan diktator Jiang Zemin memulai serangan pada sekitar 70 – 100 juta praktisi, bukannya satu-satunya yang disinggung dalam surat itu.

Hakim Quentin L. Kopp, mantan anggota Dewan Pengawas San Francisco dan Senator Negara Bagian California, sekarang telah pensiun dari jabatannya, mengomentari insiden tersebut:

"Semua orang Amerika terhina oleh taktik dari Konsul Jenderal China di San Francisco, yang jelas mencerminkan perintah-perintah dari Republik Rakyat China. Ini tidak hanya penghinaan bagi orang yang bertanggung jawab untuk memproduksi pertunjukan indah Shen Yun, yang merupakan pengalaman baru yang indah bagi saya dan istri saya, tapi juga perlakukan yang tidak semestinya terhadap semua orang Amerika, dan tindakan pantas bagi Departemen Luar Negeri AS,” katanya. “Departemen Luar Negeri AS harus mengirimkan surat peringatan kepada Kementerian Luar Negeri RRC.”

altKandidat walikota San Francisco Paul Currier juga telah mengatakan sesuatu tentang surat Konsul Jenderal:

"Shen Yun Performing Arts mewujudkan sebuah pertunjukan yang indah,” kata Mr. Currier, “dan pertunjukannya di AS seharusnya sangat suksed di tahun 2012 ini. Penampilan besar kebudayaan tradisional China ini akan membantu orang Amerika belajar tentang China juga.”

Dia melanjutkan, "campur tangan diplomatik dan politik dari komunis China dan pejabat dari RRC atas setiap pertunjukkan adalah tidak beralasan di Amerika Serikat. China bisa belajar banyak dari Amerika akan perlindungan terhadap kebebasan berbicara, ekspresi artistik, dan penghormatan kami terhadap kebebasan beragama semua orang."

Di AS dan negara-negara lain, selain di China, praktisi Falun Gong telah menjadi target dari para pejabat rezim komunis China selama bertahun-tahun, kata kelompok tersebut. Pada tahun 2004, DPR Amerika Serikat menyetujui Resolusi 304, menyerukan rezim China untuk berhenti “mencampuri kebebasan agama dan politik [Falun Gong] di AS.”

"Konsul Jenderal China di San Francisco, Gao Zhansheng, dan pemerintah China tidak memiliki tempat untuk campur tangan dalam produksi pertunjukan seni di Amerika Serikat,” kata Mr. Currier. “Saya menyesali bahwa Menteri Luar Negeri Clinton tidak memberitahu Duta Besar China untuk mendidik dan membimbing konsul jendral mereka sehubungan dengan kebutuhan mereka untuk menghormati hukum dan budaya Amerika, sementara mereka adalah tamu di negara kita.”

Ms. Wang mengutip pernyataan seorang mantan pejabat Konsulat China yang membelot, Chen Yonglin, yang bersaksi di depan Kongres AS pada 21 Juli 2005. Mr. Chen mengatakan bahwa 'perjuangan' rezim komunis China terhadap Falun Gong "adalah salah satu tugas utama dari misi luar negeri China," menambahkan bahwa ada sebuah kelompok khusus yang berfokus pada Falun Gong di setiap konsulat di luar negeri. (EpochTimes/khl)