Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Suara Petasan Kelabui Pembongkaran Paksa Skala Besar
Suara Petasan Kelabui Pembongkaran Paksa Skala Besar
Ditulis oleh Tang Ming Selasa, 07 Februari 2012

alt

Masalah pembongkaran paksa di China masuk ke tingkat yang baru. Hampir seribu pemilik toko China kehilangan bisnis mereka pada dini Hari Tahun Baru China.

Di bawah ledakan  petasan, massa yang disewa oleh seorang pengembang real estate lokal, yang didukung oleh pejabat setempat, mengubah sebuah pusat perbelanjaan  metropolitan selatan Shenzhen menjadi puing-puing tanpa pengumuman sebelumnya atau pemberitahuan kepada para pemilik toko.

Pengembang real estat  Bangzhao Shenzhen mengerahkan apa yang saksi mata sebut "massa"  hampir seribuan orang bersenjata untuk melaksanakan pembongkaran paksa Pasar Buji di Shenzhen, Provinsi Guangdong. Mereka menyalakan petasan - sebuah tradisi untuk menyambut Tahun Baru China Imlek - untuk menutupi suara alat berat menghancurkan bangunan 10.000 meter persegi, berlantai tiga dengan hampir 1.000 toko, pada 23 Januari jam 1:00 - 2:00 pagi.

Ketika orang bangun keesokan harinya, mereka menemukan setengah dari pasar runtuh, dengan perhiasan, ponsel, sepatu, dan toko kelontong terkubur di bawah reruntuhan.

Beberapa pemilik toko yang telah mencoba untuk menghentikan pembongkaran dilaporkan dipukuli dan ditikam, dan banyak yang dikirim ke rumah sakit.

Sejumlah besar polisi juga tiba di pagi hari. Pejabat administrasi Jalan Buji menempel  pengumuman mengatakan polisi telah menangkap enam awak pembongkaran paksa serta orang yang bertanggung jawab, dan telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani insiden itu.

Namun pernyataan ini mungkin saja dimaksudkan untuk membelokkan kemarahan rakyat dan menghentikan orang-orang melakukan protes.

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terbesar di China, dengan keluarga jauh dan dekat berkumpul, berbagi makanan, menikmati kebersamaan satu sama lain dan istirahat dari kerasnya kehidupan sehari-hari. Petasan adalah untuk mengusir roh jahat dan menyambut Tahun Baru yang cerah.

Nyonya Huang mengatakan kepada Epoch Times bahwa petasan biasanya berakhir pada pukul 11.30 malam pada Malam Tahun Baru, dan  mereda setelah satu jam. Tapi dekat Pasar Buji, petasan terus berbunyi sampai jam 2:00, mengganggu lingkungan. Tapi kemudian terdengar suara mesin bercampur, kebanyakan orang benar-benar tidak menduga hal semacam ini.

Wang, warga yang menyaksikan pembongkaran tersebut, mengatakan sekitar 1.000 orang bergerak ke tempat kejadian setelah petasan padam. Mereka memblokir jalan dan kemudian membawa dua crane besar dan empat excavator untuk menghancurkan toko-toko. Pertokoan  itu semua terkubur di bawah reruntuhan.

Seorang netizen bernama 'zawick' menulis di  BBS Baidu: "Pada waktu itu, ayah saya tiba-tiba mendapat telepon dari seorang teman, mengatakan toko kami sedang dibongkar. Ayah saya bergegas ke sana segera, tetapi toko kami sudah di bawah reruntuhan. Para pemilik toko dipukuli ketika mereka mencoba untuk menghentikan pembongkaran.

"Ayah saya melihat seseorang tergeletak di tanah, tidak bergerak, dengan darah mengalir dari hidungnya, sehingga ia berteriak, 'seseorang sedang sekarat, hentikan pemukulan." Massa gila lalu berbalik dan memukul ayah saya di bahu. Ayah saya jatuh ke tanah dan selanjutnya dipukuli. Dia beruntung dapat melarikan diri ke tempat aman, tapi dia merasa pusing dan dibawa ke rumah sakit. Dia kemudian didiagnosis dengan penyakit jantung, dan berada dalam kondisi serius."

Pada hari itu juga ratusan pemilik toko, memakai kaos dengan tulisan  "Lindungi Hak kami" pergi ke pemerintah untuk mengajukan keluhan. Namun para pejabat pemerintah sedang berlibur, dan staf mengatakan mereka tidak bisa menyelesaikan masalah, dan bahwa pemerintah sudah mengeluarkan pengumuman tentang hal itu. Sepanjang waktu, sejumlah besar polisi sedang menonton dan mengikuti pemilik toko, bahkan mengikuti mereka ke kamar mandi.

Pada 24 januari, pemilik toko lagi pergi ke pemerintah untuk mengajukan petisi, Nyonya Huang mengatakan kepada The Epoch Times.

Netizen Li Hua mengatakan di Weibonya: "Pada pagi hari tanggal 24 Januari di  Shenzhen Longgang polisi menahan lebih dari 200 pemilik toko Pasar Buji. Sampai jam  6:00  sore, orang-orang yang ditahan di kantor polisi Henggang tidak diberi makanan. "

Upaya untuk menghubungi polisi Shenzhen Longgang gagal, karena tidak ada yang menjawab telepon. Staf Administrasi di Kantor Jalan Buji menolak menjawab pertanyaan.

Pasar Buji, yang terletak di Kabupaten Longgang Shenzhen, dibangun pada tahun 1991 dengan masa operasi yang diproyeksikan 50 tahun. Setelah 20 tahun pembangunan, daerah tersebut telah berubah dari sebuah wilayah yang terisolasi menjadi daerah belanja utama. Bangunan ini telah ditandai untuk pembongkaran sebagai bagian dari proyek transformasi perkotaan Shenzhen untuk beberapa waktu, tetapi karena perselisihan kompensasi antara pengembang dan pemilik toko, pembongkaran itu ditunda.

Wang, warga yang telah mengamati pembongkaran, mengatakan Bangzhao telah mencoba untuk menghancurkan pasar pada Oktober lalu. Banyak pemilik toko Pasar Buji  dipukuli dengan kejam, diancam, dan tiga orang luka-luka.

"Polisi setempat tidak menegakkan keadilan, dan media tidak melaporkan kebenaran," katanya, menambahkan bahwa jika pemerintah tidak mendukung pengembang, tidak ada yang berani untuk mengerahkan seribu orang pada malam hari untuk melakukan pembongkaran paksa.

Wang mengatakan dalam pengumumannya dipasang  pada Hari Tahun Baru, pemerintah menyatakan telah membentuk sepuluh tim yang berbeda tugas khusus, termasuk keamanan, keamanan gedung, perlindungan hak milik, investigasi, dan pengatur lalu lintas.

"Seperti proyek skala besar tidak bisa dilakukan dalam beberapa jam. Semua ini direncanakan oleh pemerintah, sedangkan Bangzhao hanya melakukan apa yang diperintahkan," kata Wang. (EpochTimes/man)