Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Mengapa Falun Gong Menjadi Inti Politik PKC
Mengapa Falun Gong Menjadi Inti Politik PKC Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Ren Baiming   
Senin, 07 May 2012 06:42

 

alt
Karena kasus Wang Lijun, ikut menyeret Bo Xilai hingga lengser dari jabatannya, terlebih lagi telah mengungkap sisi gelap Komite Politik dan Hukum, posisi Zhou Yongkang dalam bahaya.
 
Menanggapi perubahan peta politik Partai Komunis China (PKC), tidak sedikit pihak luar mengkritik, ada yang mengungkit faktor Falun Gong, atau membicarakan masalah Falun Gong, apa pun pandangan mereka sebelumnya, yang jelas sekarang ini semua pihak berpandangan sama, masalah Falun Gong telah menjadi masalah inti dalam percaturan politik China saat ini.
 
Lalu mengapa masalah Falun Gong bisa menjadi inti masalah politik di China saat ini? jawabannya bisa sangat sederhana, juga sangat tidak sederhana. Jika menjawab dengan fenomena yang terlihat oleh mata, jelas bahwa kebijakan penindasan Falun Gong oleh PKC sudah gagal total.
 
Dengan kata lain, jika Falun Gong berhasil dimusnahkan, atau semakin merosot seiring dengan penindasan tersebut, maka masalah Falun Gong sekarang ini tidak akan menimbulkan bayang-bayang apa pun bagi PKC.
 
Menurut pengalaman pergerakan sepanjang sejarah PKC, dengan mengerahkan seluruh aparatur negara menghadapi suatu kelompok kepercayaan, tidak lebih dari “3 bulan” masalah itu akan selesai. Dilihat dari sudut ini, seorang Jiang Zemin yang melancarkan penindasan secara nasional terhadap Falun Gong sejak Juli 1999 lalu, dan mengatakan dirinya akan “membasmi Falun Gong hanya dalam tempo 3 bulan” bukanlah sesumbar yang berlebihan.
 
Akan tetapi, setelah penindasan kejam selama belasan tahun, mulai dari penyiksaan di atas tanah sampai ke bawah tanah, dari “3 penyiksaan” terhadap tubuh fisik, ekonomi, nama baik hingga kejahatan yang tidak berperikemanusiaan berupa pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup-hidup, semua sudah dilakukan oleh PKC; tidak ada yang terlewatkan; dan semuanya telah diinvestasikan habis-habisan.
 
Pada akhirnya, setelah melalui segala upaya dan jerih payah, kelompok yang menindas Falun Gong pun menyadari (mungkin sejak awal sudah menyadari), ternyata kata-kata yang disumbarkan oleh Jiang ternyata hanya bualan lelucon belaka, dan lelucon ini kini ibarat baju pengekang yang mengikat erat tubuh mereka, sehingga mau tidak mau harus diakui: Falun Gong selamanya tidak akan bisa ditindas.
 
Jika memang tidak berdaya terhadap Falun Gong, maka sebaiknya mengubah diri sendiri, begitulah adanya prinsip di tengah manusia ini. Bagaimana caranya? Jalan satu-satunya adalah menghentikan penindasan, dan menunggu untuk diadili.
 
Namun demi mempertahankan kepentingan dan kekuasaan diri sendiri, karena sifat sesat dan jahat di saat mereka berpartisipasi dalam penindasan tersebut, sampai setelah berakhirnya pun mereka sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mengakui kejahatan tersebut.
 
Demi mempertahankan segala sesuatu, maka penindasan tetap dilakukan, kelompok yang bertanggung jawab tentunya akan menghalalkan berbagai cara untuk tetap menguasai kekuasaan agar bisa terus menindas, dan terus mengarah ke kegelapan, mereka terus berseberangan dengan Falun Gong dan melewati sehari demi sehari.
 
Jika benar demikian, maka para pelaku kejahatan setelah melakukan kejahatan selama belasan tahun di China, meremehkan hukum, menghancurkan hati manusia, menghancurkan moral, membuat tak terhitung banyaknya lubang finansial, dan masih saja terus menyiksa, mengorbankan bangsa Tionghoa yang telah kehilangan akar muasalnya untuk menanggung akibat dari kejahatan mereka.
 
Secara sederhana, kelompok kejahatan ini merupakan kelompok psikopat, yang menghalalkan berbagai cara untuk memperpanjang umurnya, menyeret seluruh negara dan segenap bangsa ke liang kubur bersama mereka, orang-orang seperti ini sangat tidak pantas untuk memimpin negara. Membiarkan negara berada di dalam kekuasaan sekelompok orang ini adalah hal yang sangat berbahaya.
 
Sebenarnya, meskipun kelompok Jiang ingin mengulur-ulur waktu, saat ini sudah sangat berbeda dengan 10 tahun lalu, perbandingan kekuatan penindasan dan anti-penindasan sudah bukan lagi seperti apa yang direncanakan Jiang Zemin dan Zhou Yongkang dulu. Setelah belasan tahun penyebaran fakta, mulai dari kalangan rakyat jelata hingga petinggi PKC, masyarakat kian lama kian mengenal akibat buruk dari menindas Falun Gong.
 
Kebaikan dan kejahatan akan ada balasannya, kelompok kejahatan Wang Lijun, Bo Xilai dan Zhou Yongkang satu persatu terpuruk ke dalam bahaya politik, dan tidak mampu menyelamatkan diri, hal ini juga menjadi bukti nyata bagi masyarakat rahasia misteri “manusia hanya bisa merencanakan, tapi Tuhan yang menentukan”.
 
Saat ini bagi orang-orang yang masih memegang kekuasaan, pada momen sejarah seperti ini, sebaiknya memperbaiki kesalahan, atau berbuat jasa, melakukan hal-hal yang sejalan dengan kehendak Sang Pencipta dan bermanfaat bagi negara dan rakyat.
 
Berbicara sampai disini, tidak ada salahnya kita berpikir lebih dalam, mengapa masalah Falun Gong bisa menjadi inti permasalahan percaturan politik China saat ini? Apakah semata hanya karena Falun Gong tidak mudah dihancurkan? Lalu mengapa Falun Gong dapat tegar di tengah terpaan penindasan yang membabi buta? kekuatan apakah yang ada di balik itu? jawabannya adalah: kehendak Sang Pencipta!.
 
Ada yang mengatakan Falun Gong dapat menjadi kuat dan besar karena mereka tidak berpolitik. Memang di tengah penindasan bernuansa politik ini, Falun Gong justru tidak berpolitik, hanya karena hal ini saja sudah melampaui batasan dalam ruang dimensi ini.
 
Sementara kultivasi watak dan raga Falun Gong, pemahaman Falun Gong terhadap mekanisme kehidupan yang sebenarnya, penerapan akan kembali ke sejati diri semula asal, semua ini menyampaikan pesan makna Sang Pencipta, kelompok kejahatan yang menindas Falun Gong sekian lama ini selamanya tidak akan dapat mengerti hal ini.
 
Akan tetapi menjelang akhir sejarah yang akan segera menyongsong bencana kiamat ini, percaya atau tidak, masyarakat dunia harus menyadari, menghentikan penindasan terhadap Falun Gong adalah kehendak Sang Pencipta.
 
Saat ini, kebaikan yang dilakukan manusia, adalah mengumpulkan keberuntungan bagi dirinya sendiri, juga membangun jalan bagi masa depannya sendiri; jika manusia tidak melakukan apa pun, maka Sang Pencipta akan melakukannya, yang bagi masyarakat dunia hanyalah kehilangan suatu kesempatan, dan menerima akibat pahitnya saja.  (EpochTimes/sud)
 

Bagikan halaman ini ke :

|