| Kebijakan 'Menjaga Stabilitas' Rezim China Sebenarnya Mengancam Stabilitas | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Yiyang Xia |
| Rabu, 11 Juli 2012 09:03 |
|
![]()
30 tahun pembangunan ekonomi China sekarang ada di persimpangan jalan. Penguasa komunis negara itu menemukan bahwa mereka telah kehilangan arah. Tiga puluh tahun lalu, Partai Komunis China (PKC) yang berkuasa memperkenalkan reformasi ekonomi, tetapi mereka tak sampi benar-benar menciptakan pasar bebas di China dan menolak perubahan lembaga politik yang serius. Sekarang, jalan reformasi ini telah menabrak dinding. Secara khusus, ada dua masalah utama: kekosongan ideologis dan gejolak sosial yang berkembang. Sehubungan dengan waktu, saya akan memfokuskan pembicaraan saya pada kedua masalah ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, gejolak sosial telah memburuk di tengah-tengah pertumbuhan kesenjangan ekonomi, represi politik, dan korupsi merajalela. Respon PKC telah menjadi pendekatan yang disebut "Menjaga Stabilitas." Saya akan menyajikan bagaimana konsep ini dikembangkan, bagaimana telah dilaksanakan, dan mengapa hal tersebut secara paradoks menjadi ancaman paling serius terhadap stabilitas di China.
Tim Kepemimpinan untuk 'Menjaga Stabilitas'
Konsep Menjaga Stabilitas pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990an. Namun, karena itu bukan prioritas bagi para pemimpin PKC pada saat itu, tidak ada struktur formal untuk menerapkannya dan mendapat sedikit perhatian dari para pengamat, baik di rumah atau di luar negeri. Hal ini berubah pada waktu penyelenggaraan Olimpiade Beijing pada Agustus 2008.
Awal tahun itu, di tengah meningkatnya kerusuhan sosial dan kekhawatiran bahwa tanda-tanda gejolak akan muncul ke permukaan sementara negara itu dalam sorotan internasional, penguasa PKC merasa perlu untuk membentuk tim kepemimpinan untuk mencegah kejadian seperti itu. Sejak 1950-an, PKC telah menggunakan tim kepemimpinan seperti untuk mengkoordinasikan tindakan pada berbagai isu. Mereka biasanya bersifat rahasia, dibentuk dan dibubarkan secara sewenang-wenang, dan dipimpin oleh anggota Komite Tetap Politbiro.
Tim yang baru dibentuk itu disebut Komite Sentral PKC "Tim Kepemimpinan untuk Menjaga Stabilitas." Zhou Yongkang, raja kepala keamanan, ditunjuk untuk memimpinnya. Seperti biasanya untuk tim seperti itu, sebuah kantor di bawah kelompok kepemimpinan dibentuk untuk menangani tugas-tugas sehari-hari. Itu disebut “Kantor untuk Menjaga Stabilitas.”
Liu Jing, mantan Wakil Menteri Keamanan Publik, ditunjuk untuk memimpinnya. Tugas mendesak tim dan kantor kepemimpinan baru adalah untuk “Menjaga Stabilitas” sebelum dan selama Olimpiade. Tapi dalam prakteknya, hidupnya telah diperpanjang jauh melampaui Olimpiade 2008, sebuah misi yang disebut sebagai “Normalisasi Keamanan Olimpiade.” Ini berarti bahwa bahkan setelah Olimpiade, pengamanan yang digunakan selama Olimpiade akan menjadi hal yang rutin.
Karena mandat aparat Menjaga Stabilitas sebagian besar adalah terlibat masalah keamanan, mereka ditempatkan di bawah sistem yang lebih luas dari Komite Urusan Politik dan Hukum (PLAC) dari Komite Sentral PKC, cabang partai yang bertanggungjawab akan keamanan dalam negeri, peradilan, dan lembaga penegak hukum yang juga dipimpin oleh Zhou Yongkang. Bahkan sejak 2008, Menjaga Stabilitas telah menjadi fokus utama dari pekerjaan PLAC itu.
Sistem Menjaga Stabilitas beroperasi dengan logikanya sendiri dan insentif yang berbeda dari bagian lain dari aparat pemerintahan China. Di sebagian besar area pekerjaan PKC dan pemerintah, jika tujuan yang ditetapkan tidak tercapai, para pemimpin yang relevan mengadakan pertanggungjawaban. Misalnya, jika pertumbuhan PDB lebih rendah dari yang diharapkan, atau jika pemohon petisi lokal pergi ke Beijing untuk mengajukan banding, para pejabat yang berkoresponden biasanya akan kehilangan kesempatan untuk dipromosi atau bahkan mungkin diturunkan.
Tapi dorongan ini telah diselewengkan oleh sistem Menjaga Stabilitas. Dengan pelintiran yang aneh, kantor dan personil yang bertugas Menjaga Stabilitas mendapatkan keuntungan secara birokrasi dari kondisi-kondisi ketidakstabilan sosial. Kapan saja atau dimana saja ada kerusuhan sosial atau yang disebut “insiden massal” terjadi, departemen Menjaga Stabilitas terkait dan para pejabatnya dapat meminta lebih banyak dana, personil, dan lebih banyak kekuasaan. Mengingat pentingnya stabilitas Partai, mereka biasanya mendapatkan apa yang mereka inginkan. Di sinilah letak masalahnya. Pengaruh dari aparat yang bertugas menjaga stabilitas di dalam struktur kekuasaan PKC sebenarnya menjadi meningkat ketika ada ketidakstabilan, bukan berkurang. Semakin masyarakat tidak stabil, mereka menjadi semakin berkuasa dan para individunya mendapatkan keuntungan. Tidak ada dorongan untuk secara mendasar menyelesaikan masalah-masalah – seperti dengan memperhatikan permohonan para pengaju petisi, daripada menekan mereka yang mencari keadilan. Ini membantu menjelaskan mengapa, selama beberapa tahun terakhir, pemerintah cenderung untuk merespon dengan kekuatan berlebihan atas konflik sosial atau usaha-usaha warga untuk menuntut pertanggungjawaban. Hal ini pada gilirannya, secara mendasar sering memperburuk ketegangan daripada menyelesaikannya.
Salah satu contoh dari paradoks ini adalah bagaimana jumlah "insiden massa" (istilah kabur terhadap protes anti-pemerintah oleh lebih dari beberapa orang) justru meningkat sejak penciptaan Tim Kepemimpinan Menjaga Stabilitas.
Menurut angka resmi, sekitar 80.000 insiden massal terjadi pada tahun 2007, 120.000 pada tahun 2008, setidaknya 180.000 tahun 2010. Juga selama periode ini, Zhou Yongkang menjadi anggota paling kuat dari Komite Tetap Politbiro PKC dalam hal ukuran aparat yang ia pimpin, meskipun pada tahun 2007, ketika ia bergabung dengan komite, dia adalah peringkat terakhir dari sembilan. Pada 2012, anggaran Menjaga Stabilitas melebihi belanja militer untuk dua tahun berturut-turut.
Sebuah Studi Kasus: Chen Guangcheng
Kasus pengacara otodidak dan tunanetra Chen Guangcheng adalah contoh khas dari dinamika ini. Ketika Chen ada konflik dengan pemerintah setempat karena membantu wanita yang menjadi korban aborsi paksa dan sterilisasi, dia dimasukkan dalam penjara. Ini adalah cara rutin bagi para pejabat Partai dan pemerintah untuk menangani yang disebut “pembuat onar.” Apa yang unik dalam kasus Chen adalah ketika ia dipenjara, para pejabat lokal mengubah rumahnya menjadi penjara dan membentengi dengan keamanan di sekeliling desa untuk mencegah istrinya dikunjungi oleh rekan-rekan aktivis, wartawan asing, atau diplomat. Chen dibebaskan dari penjara pada 2010 dan segera ditransfer ke rumah penjara-nya sendiri.
Semua tindakan oleh pejabat lokal adalah ilegal menurut hukum China. Lalu, mengapa mereka bisa lolos begitu saja, bahkan di tengah-tengah begitu banyak kecaman dan sorotan dari dalam dan luar negeri China? Hal ini dikarenakan mereka telah bertindak di bawah panji Menjaga Stabilitas. Selama ini, ini adalah tujuan yang telah ditetapkan, para pejabat dapat secara praktis melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa melalui proses hukum. Selain itu, mereka akan mendapatkan tambahan sumber daya manusia dan keuangan dalam pelaksanaannya.
Ada sekitar 50 dan 100 personil yang mengawasi Chen dan keluarganya. Pada tahun 2008, biaya penangkapan rumahnya adalah 30 juta yuan (sekitar 4,8 juta Dolar Kanada), dan pada tahun 2012, ini telah lebih dari dua kali lipat. Ini adalah bisnis besar, dengan banyaknya keuntungan yang dibuat. Setiap orang yang terlibat ingin mempertahankan atau bahkan memperluas bisnis ini, dari preman lokal sampai ke pejabat keamanan tingkat tinggi di Beijing. Mereka akan melakukan apapun untuk menjaga bisnis ini tetap berjalan. Kita sekarang telah mendengar dari kakak Chen dan wartawan Barat bahwa meskipun Chen telah berangkat ke Amerika Serikat, keamanan di kampung halamannya bahkan lebih ketat dari sebelumnya.
Ini adalah sebuah umpan balik untuk memelihara setan itu sendiri. Di sisi kiri itu sendiri, itu akan menarik Partai dan seluruh bangsa turun. Bagi kita di luar China, adalah penting bahwa kita memahami dengan siapa kita berhadapan dan sangat penting untuk memahami bagaimana Partai Komunis memerintah China dengan sistem Menjaga Stabilitasnya. Dalam Seni Perang Sun Tzu ditulis, “Kenali dirimu sendiri dan kenali lawan-lawanmu. Kamu akan memenangkan seratus peperangan tanpa kalah satu pun.”
Ketika wakil dari pemerintah AS pada awalnya membahas situasi Chen dengan mitra China mereka, mereka menyadari kelemahan perwakilan politik resmi China, Departemen Luar Negeri, menurut Jerome Cohen dari New York University, yang membantu negosiasi sebagai konsultan Chen.
Tapi ketika mereka mencari seseorang yang kuat dan mempunyai wewenang untuk membuat keputusan yang sulit di dalam sistem, mereka melakukan kesalahan. Mereka berpaling ke polisi rahasia, yang langsung di bawah komando kepalanya Zhou Yongkang dan PLAC. Karena pada awalnya Zhou dan pasukan keamanannya merupakan alasan bagi situasi tragis Chen, mereka jelas memiliki konflik kepentingan ketika mereka menangani kasus ini dan dengan demikian harus dihindari dalam perundingan terkait.
Segera setelah Chen meninggalkan Kedutaan Besar AS, ia berubah pikiran dan diminta untuk meninggalkan China, padahal sebelumnya dia mengatakan ingin tinggal. Ini bukan karena ia menerima panggilan telepon dari teman yang mendorong dia untuk pergi, tapi lebih karena ia dan keluarganya diancam oleh pasukan keamanan, baik di rumah maupun di Beijing.
Satu-satunya penjelasan untuk ancaman ini adalah bahwa aparat keamanan tidak ingin Chen tinggal di China dan terus mengekspos kejahatan mereka. Karena mereka juga telah terlibat dalam negosiasi, mereka tahu rincian dan kelemahan dari kesepakatan itu, dan mampu menyerang begitu mereka punya kesempatan. Yang menempatkan Departemen Luar Negeri AS dan Pemerintahan Obama di bawah tekanan besar. Jika dari awal yang terakhir itu sudah lebih jelas, bahwa pusat kekuasaan adalah penyebab mendasar dari permasalahan, mereka bisa menghindari pergantian canggung dari peristiwa itu.
Ini dan perkembangan lainnya di China yang terkait dengan PLAC dalam tiga bulan terakhir adalah bukan kebetulan. Ketika PLAC ini didirikan pada awal tahun 1980, awalnya, ia tidaklah lebih kuat daripada departemen lain dari Komite Sentral PKC. Ia mendapatkan kekuasaannya melalui penganiayaan terhadap kelompok spiritual Falun Gong yang dimulai pada bulan Juli 1999 dan berlanjut hingga hari ini. Dengan menganiaya Falun Gong – sebuah kelompok yang terdiri dari puluhan juga orang dari setiap provinsi, usia, dan profesi – PLAC mengumpulkan kekuasaan dan pengalaman untuk melaksanakan pengawasan dan penindasan skala besar.
Sekarang mereka menggunakan mekanisme yang sama terhadap sebuah target yang lebih luas – kesatuan lebih besar dari orang-orang China dengan keluhan terhadap Partai atau pemerintah. Fakta ini terbukti dengan hanya melihat orang-orang yang terlibat dalam kampanye. Tim Kepemimpinan untuk Penanganan Isu Falun Gong dipimpin oleh orang yang sama yang memimpin Tim Kepemimpinan untuk Menjaga Stabilitas – Zhou Yongkang.
Kantor Menjaga Stabilitas ketika baru saja dibentuk, dipimpin oleh Liu Jing, orang yang sama yang memimpin Kantor 610 (bertugas untuk koordinasi sehari-hari dengan kampanye anti-Falun Gong) sampai 2009. Untuk alasan ini, beberapa pengamat telah kebingungan dengan kedua kantor, berpikir bahwa mereka telah menggabungkan diri dan Kantor 610 telah merubah namanya. Bahkan, mereka tetap berbeda, tetapi banyak dari pekerjaan mereka dan personilnya tumpang tindih. Perbedaannya adalah Kantor 610 masih lebih banyak memfokuskan pada Falun Gong, sementara aparat Menjaga Stabilitas menargetkan populasi yang lebih luas.
Gejolak politik hanyalah puncak gunung es. Kebijakan Menjaga Stabilitas didasarkan pada kenyataan bahwa pembangunan ekonomi China adalah dengan biaya hak asasi manusia, lingkungan dan sumber daya alam. Model apapun, model Chongqing atau pun model China, tidak akan berlangsung lama jika hal ini didasarkan pada itu. (EpochTimes/khl)
Catatan Editor: Artikel ini didasarkan pada sebuah ceramah oleh Yiyang Xia, Direktur Senior Kebijakan dan Penelitian dengan Washington DC berbasis Yayasan Hukum Hak Asasi Manusia, di sebuah forum atas China yang diselenggarakan di Parlemen Hill pada 30 Mei 2012. Mr. Xia adalah seorang ahli politik China dan struktur dan fungsi propaganda China dan sistem peradilan. Dia telah mempresentasikan penelitian dan analisisnya di Parlemen Eropa, Komisi Hak Asasi Manusia PBB, dan lembaga pendidikan di Amerika Serikat dan Asia Tenggara. |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Memecah Rekor Mencapai Puncak Everest pada Usia 80
- 'Free Cina: The Courage to Believe' Diputar Perdana Untuk Umum di New York
- Anggota DPRD DKI Jakarta Ancam Copot Jokowi
- Seorang Wanita Dengan Tangan Bionic 200.000 Dolar (Video)
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Kisah Jejak Kaki
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup





Mozilla Firefox