| Intervensi Agen China Saat Aksi Protes di Hong Kong | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Albert Ding & Jack Phillips |
| Senin, 16 Juli 2012 10:25 |
|
Sebuah kelompok HAM yang berbasis di Hong Kong mengatakan bahwa polisi keamanan China daratan secara terselubung mengikuti dan melecehkan mereka selama aksi protes ketika pemimpin rezim China, Hu Jintao mengunjungi Hong Kong awal bulan ini. Sementara itu, beberapa anggota kunci beberapa kelompok aksi dinyatakan hilang setelah kembali ke daratan. Liu Weiping, ketua Aliansi Hak Asasi Rakyat China, yang telah mengorganisir lebih dari 200 anggota organisasi China daratan untuk berpartisipasi dalam protes pawai tahunan pada 1 Juli memperingati kembalinya Hong Kong ke China. Liu mengatakan kepada biroVoice of America (VOA) di China bahwa kedua ponsel Hong Kong-nya mendapat gangguan. Sejak Hu Jintao tiba di Hong Kong pada tanggal 29 Juni sampai sehari setelah pawai 1 Juli, ia tidak bisa melakukan pembicaraan normal lewat ponsel dengan keluarganya di China daratan. Dua aktivis China daratan dari Provinsi Jiangsu, Song Ning Sheng dan Zeng Jiuzi, mengatakan mereka didekati oleh seorang petugas keamanan nasional yang menyamar sebagai reporter Hong Kong Apple Daily. Pria tersebut mencoba mengorek informasi pribadi tentang dua orang aktivis itu. Setelah mengajukan beberapa pertanyaan, dia mengakui bahwa dia adalah bagian dari aparat keamanan negara China. Liu mengatakan kepada VOA bahwa Song dan Zeng keduanya sekarang telah hilang, bersama dengan beberapa aktivis lainnya yang ikut dalam aksi tersebut. "Saya masih tidak dapat menghubungi Song dan Zeng. ... Kemungkinan besar mereka telah ditahan oleh rezim China," kata Liu. Agen keamanan nasional daratan yang lain mencoba untuk berbaur ke dalam kelompok aksi protes, namun kecurigaan ketika ia bertanya kepada seseorang di sampingnya di mana ia berasal. "Kami dari daratan, kami dapat memilih keamanan negara dan polisi keamanan nasional hanya dengan satu lirikan," kata Liu kepada Deutsche Welle, Jerman . Menurut hukum Hong Kong, polisi China daratan dapat menyelidiki orang-orang di dalam kota hanya dengan bantuan dari Polisi Hong Kong, mereka tidak dapat melakukan operasi independen. Profesor Wang Youjin, seorang pakar hukum, mengatakan kepada VOA bahwa polisi China daratan berpakaian preman sering melakukan investigasi independen di Hong Kong. Polisi Hong Kong tidak bisa menghentikan mereka dan cenderung berlaku bodoh atau menghindar dari insiden tersebut. “Polisi [Daratan] menggunakan berbagai macam identitas memasuki Hong Kong untuk melacak atau menangkap kriminal, atau untuk memata-matai dan mengumpulkan informasi. Banyak kasus seperti itu terjadi dan kemudian ditemukan oleh penduduk Hong Kong. Polisi Hong Kong telah mengambil sikap yang sangat pasif," kata Wang. (EpochTimes/suk) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Konjen RRC Berulah, Aksi Damai Falun Dafa Dihentikan
- Sekolah Penyiksaan yang Targetkan Falun Gong
- Ilmuwan India Ternama Ciptakan Sejarah Berbeda
- Perayaan 21 Tahun Falun Dafa di New York
- Resiko Seorang pemimpin, Resiko yang Dipimpin
- Pisau diatas Hati
- Tanaman Bisa Saling Mendengar
- Ujian dari Dewa laut





Mozilla Firefox