| Bunuh Diri Setelah Dituduh Melanggar Kebijakan Satu Anak China | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Rona Rui |
| Sabtu, 04 Agustus 2012 06:43 |
|
Cao Tingbing, seorang profesor di Renmin University of China, bunuh diri 16 Maret lalu dengan melompat dari sebuah gedung. Ia dituduh memiliki anak kedua oleh tujuh orang rekannya dan berada di bawah tekanan ekstrim, menurut Li Jianxin, seorang profesor Universitas Beijing. Li telah memposting sebuah pernyataan di Weibo, Twitter layanan ala China, mengatakan bahwa kematian Cao benar-benar akibat adanya tuduhan oleh sejumlah rekannya 'memiliki anak lain’, yang melanggar kebijakan satu anak China. Cao berada di bawah ancaman "dipecat dari pekerjaan." Karena tekanan tersebut, ia melompat dari sebuah gedung hingga menemui ajal. Cao, Berasal dari Provinsi Henan, dan telah melakukan penelitian di Harvard University dari 2002 hingga 2005. Dia bekerja sebagai seorang profesor dari Departemen Kimia di Renmin University of China pada tahun 2005. Dari November 2010, ia menjabat sebagai kepala Departemen Kimia dan penasihat Ph.D.. Netizen "Lu Chichiawan Myth" berkomenter di Sina: "Layakkah satu nyawa ditukar dengan nyawa lain? Sudah saatnya bagi China untuk membatalkan kebijakan satu anak!" Kebijakan tersebut belum lama ini menimbulkan kontroversi internasional ketika aborsi paksa dilakukan pada seorang wanita di Shaanxi. Wanita dan suaminya di-cap "pengkhianat" oleh pemerintah setempat karena mereka berbicara dengan media asing. (EpochTimes/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Rahasia Tidur Nyenyak
- Tanaman Bisa Saling Mendengar
- Hidup Kembali dengan Mesin CPR Setelah Meninggal 40 Menit
- Hong Kong Menahan Praktisi Falun Gong
- Beban Hutang Negara Diatas Rp. 2000 Triliun
- Tikus Yongzhou
- Satu Anak Meninggal, Lebih dari 60 Terinfeksi Flu H1N1 di China Selatan
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak





Mozilla Firefox