| Rezim China Menyingkap Pengakuan Gu Kilai, Membunuh Heywood | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Jack Phillips |
| Senin, 13 Agustus 2012 08:29 |
|
Gu Kailai, istri politisi Bo Xilai dalam skandal partai komunis China, mengaku membunuh teman bisnisnya, Neil Heywood dari Ingris karena putus asa, kata media pemerintah China, Jumat (10/8). Selama sidang yang dijaga ketat dan tertutup Gu mengaku meracun Heywood (41), November lalu. Awalnya, dilaporkan bahwa ia tidak menyangkal membunuh pengusaha Inggris tersebut, tapi kini, media resmi mengatakan dia melakukan kejahatan itu. "Saya akan menerima dan menghadapi hukuman apapun dengan tenang dan saya juga berharap keputusan pengadilan yang jujur dan adil," katanya, menurut Xinhua corong partai komunis China (PKC). Dugaan rekan-konspiratornya, Zhang Xiaojun, seorang pembantu Gu, juga mengakui bahwa ia memainkan peran dalam membantu pembunuhan tersebut. "Saya benar-benar tahu saya salah," katanya.
Keduanya dituduh membunuh Heywood di kota Chongqing, China barat di sebuah kamar hotel. Persidangan Gu dan keputusan partai komunis melengserkan kekuasaan Bo Xilai, neo-Maois partai garis keras yang mengepalai kota barat daya Chonqing, telah menguak bagian dalam rezim. Kejatuhan Bo dimulai ketika kepala polisi, Wang Lijun, mencoba untuk mencari suaka di gedung konsulat AS, Februari lalu. Wang diduga memberitahu pejabat AS mengenai keterlibatan Bo dalam pengambilan organ praktisi Falun Gong, sejenis meditasi yang telah tertindas di China selama dekade terakhir, di sejumlah rumah sakit, penjara, rumah sakit jiwa, dan fasilitas lainnya. Kedua Wang dan Bo dalam penyelidikan Komisi Inspeksi Pusat Disiplin PKC dan keberadaannya saat ini tidak diketahui. Bo dituduh "melanggar disiplin partai," nepotisme, penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran lain selama masa jabatannya sebagai walikota Chongqing. Laporan juga muncul Bo menguping pejabat atas PKC dalam usahanya untuk menduduki puncak struktur partai. Keterlibatan Gu dalam pembunuhan dan kejahatan yang dituduhkan Bo adalah skandal politik yang paling sensasional untuk memukul kepemimpinan China dalam beberapa dekade, dan sidang datang bulan sebelum pejabat tinggi yang seharusnya menyerahkan kekuasaan dalam transisi sekali dalam satu dekade musim gugur ini. (EpochTimes/man) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Harga BBM Resmi Naik
- Apakah Pikiran Kita Memiliki kekuatan untuk Mempengaruhi Realitas?
- Gempa Dahsyat Nikaragua Dekat Situs yang Hancur pada 1972 (Video)
- Kekuatan Moral Terbesar dan Terkuat
- Bawang Putih: Antibiotik Alami
- Banner Perjuangan Muncul di jalan-jalan di Hongkong
- Pakaian Tradisional Tiongkok berbeda dengan Pakaian Barat
- Rahasia Mengubah Diri
- Foto UFO di Belanda Bukan 'Dimanipulasi' (Video)
- Rahasia Mengubah Diri
- Peluang Usaha Budidaya Udang Cantik
- Para Aktivis Tiongkok Ingatkan Pada Publik Perayaan Tiananmen Yang Kelabu
- Para Aktivis Anti Korupsi di China Ditahan
- 'PRJ' Monas Digelar Tiga Hari Gratis
- Bawang Putih: Antibiotik Alami
- Harga BBM Resmi Naik





Mozilla Firefox