Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Korban Pasien Cangkok Ginjal di China
Korban Pasien Cangkok Ginjal di China
Ditulis oleh NTD China Kamis, 08 Januari 2009

Cangkok GinjalSeorang perempuan Hubei mengatakan bahwa setelah menerima transplantasi ginjal di Wuhan, ayahnya meninggal karena infeksi paru-paru. Pada mulanya setelah berbulan-bulan terlihat seperti operasi yang sukses, lalu kondisinya memburuk, akhirnya kematian datang menjemputnya.

Transplantasi ginjal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup ayah Deng Li, akan tetapi ternyata berakhir dengan malapetaka.

Deng mengatakan ayahnya yang berumur 44 tahun jatuh sakit setelah menerima transplantasi ginjal dari dokter di Rumah Sakit Wuhan University Zhongnan. Dan setelah 6 bulan kemudian dia meninggal karena infeksi paru-paru.

Deng mengatakan bahwa orang-orang di pedalaman China hanya tahu sedikit tentang pengobatan medis yang mereka terima. Pada mulanya ayahnya berada dalam kondisi kesehatan yang bagus, dia hanya merasa sedikit tidak enak ketika pergi ke kamar mandi. Akan tetapi, pemeriksaan medis mengatakan bahwa dia akan meninggal kalau tidak menjalani operasi transplantasi ginjal.

Ahli bedah Wen Zhixiang mendorong pasien untuk menerima ginjal dari donor berumur 23 tahun. Setelah transplantasinya selesai, pasiennya malah menderita infeksi paru-paru 2 kali.

Ketika anggota keluarga pasien mempertanyakan sumber ginjal itu, ahli bedah mengatakan kepada mereka bahwa ginjal itu berasal dari Rumah Sakit Militer 161 di Wuhan.

Deng Li mengatakan:“Dokter berkata: ginjal yang saya gunakan untuk mengganti ginjal ayahmu bukanlah berasal dari jalur resmi normal. Ini adalah bisnis pribadi. Dia memberitahukan kepada kita bahwa dia tidak dapat memberikan tanda terima karena ginjal itu tidak berasal dari sumber sah pemerintah. Akhirnya dia secara pribadi mengakuinya.”

Deng kemudian pergi ke Departemen Kesehatan Propinsi Hunan dan berbagai otoritas untuk menyelidiki secara persis darimana datangnya organ itu. Dia menemukan bahwa ahli bedah itu tidak memenuhi syarat sebagai seorang dokter tranplantasi ginjal.

Deng dan keluarganya kemudian melakukan tuntutan hukum, akan tetapi pengadilan tidak bersedia menerima kasusnya.

“Seseorang di kantor pemerintah propinsi mengatakan kepada kami, 'Saya beritahu yang sebenarnya, ginjal ini adalah berasal dari tahanan yang dieksekusi. Ginjal ini datang dari pengadilan. Apa gunanya melakukan tuntutan hukum? Setelah itu, pihak rumah sakit malah mengancam saya untuk mencabut kasus itu kalau masih ingin hidup.”

Biaya untuk transplantasi organ melebihi 200.000 yuan, yang mana kebanyakan didapatkan keluarga pasien dari mengutang.

Pengacara yang mereka sewa, menarik kasus tuntutan itu dan tidak mau membantu lagi karena terus menerima ancaman-ancaman dari pihak otoritas komunis. Mereka mengharapkan pihak dari luar China bisa memberikan sedikit bantuan.

Lihat video liputannya di: http://english.ntdtv.com/?c=145&a=6843