| Menyerang Relawan di Paris, Siswa China Divonis Bersalah |
| Ditulis oleh Oleh: Zhang Yue | Rabu, 10 Maret 2010 |
|
Jia gagal untuk menghadiri sidang di Pengadilan Paris pada 24 Februari di mana ia dijatuhi hukuman delapan bulan penjara. Dia diperintahkan untuk membayar 1.000 euro sebagai ganti rugi untuk Cheng, dan 1.000 euro untuk pihak berwenang Perancis. Jia, mahasiswa kimia tahun ketiga di Universitas Tianjin, bersama dengan kelompok turis di Paris dekat Menara Eiffel pada 15 Februari ketika ia menyerang Cheng. Cheng membagi-bagikan informasi tentang pusat layanan pengunduran diri dari PKC. Menurut saksi mata, Cheng sedang dicaci maki oleh sekelompok turis China saat Jia menyerangnya dengan sebuah batu besar, yang menimbulkan luka di kepala dekat mata selebar dua inci. Jia juga membalik meja yang berisi brosur dan pengeras suara di atasnya. Polisi dipanggil dan mereka menangkap tersangka. Pada sidang pertama pada 16 Februari, setelah terdakwa mengaku bersalah, pengadilan menyita paspornya untuk mencegah dia meninggalkan Perancis.
Falun Gong menjadi sangat populer di daratan China pada tahun 1990-an sebelum ditindas dengan kejam. Pada tahun 2005 beberapa praktisi Falun Gong dan pendukung mendirikan "Pusat Pelayanan Global untuk Keluar dari PKC," dimana Cheng adalah seorang sukarelawannya. Hakim menyetujui permintaan yang dibuat oleh pengacara korban untuk memeriksa luka-luka Cheng oleh para profesional medis, tetapi dikecualikan pembelaan pada sidang sebelumnya bahwa Jia telah bertemu dengan seorang psikiater. Seorang kerabat yang mendampingi Jia mengatakan bahwa ia telah banyak terkena propaganda anti- Falun Gong di China, dan itu telah membangkitkan kebencian pada Falun Gong dan praktisinya, yang mengakibatkan dia melakukan serangan itu. Menurut Cheng, ketika Jia menyerang dia, beberapa anggota lain dari grup tur yang sama mencoba untuk mengambil kamera dan ponsel dari relawan lain di Pusat Pengunduran Diri Dari PKC untuk menghentikan mereka mengambil gambar dari adegan tersebut. "Insiden kekerasan ini adalah contoh khas kebencian masyarakat yang dihasut oleh PKC dalam kampanye melawan Falun Gong," kata Cheng. Setelah kejadian itu, kerabat para penyerang yang menemaninya dalam tur, menawarkan untuk menyelesaikan masalah dengan uang. Tetapi Chen mengatakan masalah itu lebih besar daripada kasus penyerangan pribadi dan mengajukan gugatan. Dr. David Gao, presiden dari Pusat Pelayanan Global Pengunduran Diri Dari PKC, mengatakan ia tidak terkejut mengetahui serangan tersebut. Kejadian-kejadian serupa telah terjadi di Hong Kong, Swiss, Amerika Serikat, Korea, dan Australia, katanya, dan beberapa penyerang telah dihukum. Masyarakat internasional harus waspada pada kebencian dan kekerasan yang diekspor ke luar negeri oleh orang-orang yang telah dicuci otak oleh PKC, kata Gao. Dia mengatakan menolak PKC merupakan "kampanye spiritual yang melibatkan setiap orang China dan masa depan seluruh peradaban China, karena dapat menyelamatkan umat manusia dan menghidupkan kembali kesadaran moral yang dihancurkan oleh rezim Komunis China." (EpochTimes/dia) |

Sebuah pengadilan Perancis telah menetapkan seorang turis China bersalah karena menyerang seorang relawan yang membantu warga negara China keluar dari Partai Komunis China (PKC). Mr. Cheng dihantam di kepala dengan batu oleh Mr. Jia Yichao.
Hakim mendengar pernyataan Cheng dan pengacaranya, Claire Sachet. Keduanya menekankan bahwa serangan itu bukan serangan jalanan biasa, tetapi merupakan akibat langsung dari kebencian yang dihasut oleh rezim komunis China dalam penganiayaan terhadap Falun Gong.
Mozilla Firefox