| CeO : Shen Yun Sungguh Diluar Dugaan |
| Ditulis oleh Epoch Times | Minggu, 10 Januari 2010 |
![]() KANADA – Sejumlah besar kerumunan orang memadati hall teater The Square, yang menjadi tempat perdana pertunjukan Shen Yun Performing Arts pada 6 Januari malam. Diantara pengunjung terdapat Fisk, seorang presiden dan CEO organisasi jaringan bisnis lokal terkemuka, yang belum pernah menyaksikan pertunjukan Shen Yun sebelumnya. “Saya sangat gembira menyaksikan sesuatu hal yang jauh lebih bagus dari perkiraan saya,” kata Fisk. “Menurut saya kostum dan koreografi tariannya sungguh luar biasa.” Pertunjukan ini pada intinya merupakan perayaan dan kebangkitan kembali warisan kebudayaan China 5.000 tahun melalui tarian China klasik, musik dan lagu yang dibawakan oleh artis-artis pemenang penghargaan. Kisah-kisah tarian diangkat dari legenda kuno dan tradisi rakyat China, telah membuat penonton dalam era moderen ini enggan untuk beranjak hingga acara berakhir serta tepuk tangan tak henti-hentinya sampai layar dibuka dan ditutup sebanyak tiga kali. “Shen Yun menyampaikan pesan bagus tentang bagaimana kebudayaan China itu, yang seluruh konsep Budha berasal dari konsep kedamaian,” kata Fisk. Sketsa yang menyingkap penganiayaan terhadap latihan spiritual Falun Gong selama satu dekade di China saat ini juga memprihatinkan Fisk. “Kebebasan memilih,” katanya. “Saya pikir itu adalah sebuah pesan pada sebagian besar orang Kanada yang belum mengetahuinya, karena disini kami menikmati kebebasan memilih tanpa rasa takut. Memikirkan kembali tentang penindasan dalam pertunjukan tersebut membuat kami bersimpati.” Pengalaman kerja dalam bidang industri mode, membuat Fisk terpesona pada detail ornamen kostum penari dan tekstur kain yang berbeda, mulai dari bulu binatang hingga sutra. Dia juga mengamati lebih teliti pada beberapa padu padan warna yang jarang sekali terlihat, seperti warna pink dan merah, biru hijau dengan biru serta berbagai corak warna hijau. “Ya, saya mengamati kostumnya, saya mengamati gerakan penari, dan saya mengamati keserasian musiknya.” Fisk juga mengamati bagaimana segalanya mengalir begitu apik, memperlihatkan para musisi saling berinteraksi secara harmonis dalam setiap penampilan dipanggung. “Saya juga melihat bagaimana tata latar panggung berganti-ganti. Pada awalnya Anda akan mengira latar itu berupa lukisan, namun ternyata latar animasi, sungguh sangat menarik.” Fisk juga berterima kasih pada Shen Yun atas suguhan acara dan pesan-pesan positif bagi warga Kanada. “Ini merupakan sebuah aset luar biasa akan kesadaran dan kebangkitan budaya yang diperkenalkan pada komunitas kami.” Fisk juga terkesan dengan perpaduan musik antara Timur dan Barat yang dimainkan orkestra secara penuh, dan mencatatnya bahwa, “Inovatif, sederhana … selaras.” Fisk mengatakan elemen yang paling mengagumkan adalah kostum para penari yang bukan hanya mengenai perubahan kostumnya sangat cepat, namun juga,“Setiap kali Anda menyaksikan tarian berikutnya, Anda akan melihat ada sesuatu hal yang luar biasa dalam pergantian kostum penarinya – tidak terlihat saling tumpang tindih.” Peralihan yang halus dan harmonis ini begitu mengesankan, seraya menambahkan, “Di saat Anda memikirkannya, Anda tidak akan mengetahui bahwa tarian terakhir yang disajikan merupakan tarian terakhir.” (Raiatea Tahana-Reese/The Epoch Times/NTDTV/fdz) Dengan bangga The Epoch Times menjadi sponsor Tur Dunia Shen Yun Performing Arts 2010. Untuk informasi selanjutnya, kunjungi ShenYunPerformingArts.org |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Cerita Tentang Einstein
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Kepala Babi Kembali Ditemukan di Depan Masjid
- Tahun Naga, Tahun Perubahan








Mozilla Firefox