Washington, DC - Otoritas komunis di China telah mulai mengganggu anggota keluarga artis Shen Yun Performing Arts dengan taktik baru yang lembut sejak Shen Yun diundang untuk tampil di Hong Kong pada akhir Januari. Anggota keluarga dari beberapa pemain yang tinggal di daratan China dipaksa untuk meminta para pemain untuk kembali ke daratan dan berhenti tampil di daerah tertentu.
Shen Yun Performing Arts adalah organisasi nirlaba yang berbasis di New York yang bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok dan memberikan pengalaman unik tentang keindahan kepada penonton. Shen Yun telah mengadakan tur keliling dunia sejak tahun 2006, dan pertunjukan telah ditonton oleh 1,5 juta orang lebih. Kelompok ini telah melakukan pertunjukan di Taiwan dan akan tampil di Hong Kong untuk pertama kalinya pada akhir bulan ini.
Banyak kelompok artis telah terinspirasi oleh Falun Gong dan beberapa penampilannya menyampaikan pesan harapan mengatasi penindasan terhadap Falun Gong di China. Di masa lalu, Partai Komunis China (PKC) telah menyebarkan agen rahasia untuk mengintimidasi penonton supaya tidak menghadiri pertunjukan. Pihak berwenang juga telah menggunakan strategi diplomatik dan ekonomi untuk menekan sponsor untuk menarik dukungan mereka terhadap kelompok pertunjukan dan pertunjukan.
Penulis Zhang Tianliang percaya bahwa meskipun diganggu PKC, Shen Yun tumbuh pesat dan memperoleh sambutan hangat secara global dalam beberapa tahun terakhir telah meninggalkan rezim merasa tak berdaya. Menurut Zhang, karena para seniman ada di luar negeri, PKC telah memilih untuk melecehkan, anggota keluarga mereka yang tinggal di daratan China.
Juru bicara Asosiasi Falun Dafa Midwest, Yang Sen percaya bahwa mereka memilih untuk menghadapi taktik jahat ini dengan tenang. Dia mengatakan bahwa mantan diktator China Jiang Zemin dan kantor 610 yang dia ciptakan untuk menganiaya Falun Gong tahu bahwa hari-hari mereka dihitung dan takut kejahatan mereka diekspos di masyarakat internasional.
"Kami ingin memperingatkan para pelaku kejahatan bahwa tidak peduli berapa lama waktu yang diperlukan atau ke manapun mereka pergi, mereka akan dibawa ke pengadilan," kata Yang.
Agen khusus telah dikirim untuk mengancam saudara kandung dari artis Shen Yun, Wang Lin. Pada tahun 2005, polisi setempat mencoba untuk mengintimidasi saudara Wang untuk berhenti berlatih Falun Gong, sementara ia sedang sakit. Tak lama kemudian, ia meninggal pada usia 50 tahun. Dilaporkan bahwa tiga orang yang mengaku dari Politisi setempat dan Komite Urusan Legislatif baru-baru ini mengunjungi adik kandung Wang untuk membujuk Wang untuk kembali ke China.
Menurut Wang, orang suruhan komunis mengatakan kepada adiknya bahwa mereka tahu bahwa ia adalah seorang aktivis, dikenal di komunitas Falun Gong, dan bahkan menjadi penyelengggara program-program pada sebuah stasiun televisi Falun Gong. Mereka ingin Wang untuk kembali ke China sehingga mereka bisa "berbincang-bincang dengan baik."
"Lewat telepon, Saya bisa mengetahui adik saya benar-benar takut karena dia tahu panggilan kita itu dimonitor. Dia tidak berani mengatakan secara rinci kepada saya," kata Wang.
Orang tua artis Chen Li juga diminta oleh polisi untuk membujuk dia untuk kembali ke China. Menurut Chen, pihak berwenang terus melecehkan orang tuanya yang sudah tua dan memerintahkan mereka untuk mengumpulkan informasi mengenai keberadaannya. Dia percaya percakapan mereka dipantau karena pemerintah memerintahkan orang tuanya untuk menggunakan smartcard ketika memanggilnya. Setiap kali Chen memanggil orang tuanya selama pertunjukan di San Jose, California beberapa hari yang lalu, ia merasa bahwa orang tuanya menunjukkan ketidaktertarikan pada apakah dia akan tampil di Hong Kong.
Pihak berwenang China juga mengancam anggota keluarga seniman Xu Liang sejak Desember 2009. Kakak Xu dilaporkan telah diinterogasi oleh agen khusus selama satu hari di sebuah hotel tentang apakah Xu akan tampil di Hong Kong atau Makau. Para agen dikirim ke anggota keluarganya pada hari berikutnya untuk memaksa mereka untuk menulis pernyataan jaminan yang menyatakan bahwa Xu tidak akan tampil di Hong Kong, Makau atau Taiwan. Pihak berwenang mengancam bahwa jika Xu masuk Hong Kong, polisi Keamanan Nasional akan datang kesana untuk memaksa mereka untuk membawa Xu kembali ke daratan. (Epoch Times/dia)