Klinik Golden


Lebih dari 109,940,351 orang

Telah keluar dari Partai Komunis China (PKC)

Baca Sembilan Komentar!

Cerita Budi Pekerti

Praktik dalam Kepercayaan

article thumbnail Takut dengan derasnya arus sungai, wanita itu bertanya kepada para bikkhu apakah bisa membopongnya.

Wisata

Setu Babakan, Kampung Budaya Betawi yang Tersisa

article thumbnail   Gapura itu tak ubahnya seperti gapura lainnya. Wuwungan atapnya seperti berbentuk piramida.  Tingginya sekitar lima meter. Pada bagian depan pagar tertulis...

Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
Ditulis oleh Oleh: Claire Bates Kamis, 11 Maret 2010

Para ilmuwan mengatakan, gempa dahsyat yang mengguncang Maule, Chili, telah menggeser kota Concepcion secara keseluruhan sedikitnya 10 kaki ke arah barat.

Gempa berkekuatan 8,8 skala richter itu juga telah menggeser wilayah lain yang terpisah jauh dari Amerika Selatan seperti Kepulauan Falkland dan Fortaleza, Brasil.


Para ilmuwan mengukur dampak gempa 27 Februari itu dengan membandingkan secara tepat lokasi GPS dari sebelum peristiwa tersebut hingga 10 hari kemudian.

Hal ini mengungkapkan, ibukota Chili, Santiago, telah bergeser sekitar 11 inci ke arah barat daya. Bahkan ibukota Argentina, Buenos Aires, yang berada sekitar 800 mil dari pusat gempa, juga telah bergeser satu inci.

Gempa ini diyakini sebagai gempa terdahsyat ke-lima sejak pengukuran dimulai.

Peristiwa itu sedikit menggeser poros Bumi. Dr Richard Gross dari NASA mengkalkulasikan getaran telah menggeser poros sekitar tiga inci dan bahkan telah memperpendek hari sekitar satu juta per detik.

Pusat gempa yang berada di wilayah Amerika Selatan itu sebagai bagian dari “cincin api”, area utama tekanan seismik yang mengelilingi Samudera Pasifik.

Sepanjang garis ini, lempeng tektonik beberapa kontinen bergerak menekan satu sama lain pada zona-zona patahan.

Dr. Mike Bevis dari Universitas Ohio, telah memimpin proyek CAP sejak 1993 dengan menggunakan GPS untuk menganalisa kerak Chili.

Wilayah ini sangat menarik perhatian, karena merupakan zona subduksi aktif dimana lempeng oceanic Nazca berbenturan dengan lempeng kontinen Amerika Selatan yang kemudian merembes ke dalam cairan mantel Bumi.

Hal ini telah menciptakan tekanan geologis, yang mengakibatkan gempa Chili Februari lalu.

Survey Geologi AS melaporkan bahwa telah terjadi belasan gempa susulan, yang kekuatannya sebagian besar lebih dari 6,0, sejak gempa awal, 27 Februari lalu.

Tim Dr. Bevis, terdiri dari sejumlah ilmuwan dari Universitas AS dan Argentina, berharap akan dapat manambah 50 extra GPS dari 25 unit yang kini tersedia. Alat ini akan membantu mereka mengukur getaran yang sedang berlangsung dan mendeformasi kerak bumi.

Menurut Daily Mail, anggota tim Ben Brooks, dari Universitas of Hawai mengatakan, “Gempa Maule akan menjadi satu-satunya, jika tidak ada gempa besar yang masih diteliti.”

“Kini kami telah memiliki instrument modern, yang dengan tepat dapat mengevaluasi peristiwa-peristiwa seperti ini dan karena lokasi tersebut berbatasan dengan kontinen, kami akan dapat memperoleh sampel ruang padat dari perubahan yang diakibatkannya.”

“Dengan demikian peristiwa tersebut merepresentasikan sebuah kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi komunitas ilmuwan jika observasi akurat dibuat dengan cepat dan komprehensif.” (Erabaru/DM/sua)

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 13 Maret 2010 07:42