Era Baru News >> Featured News >> Iptek >> NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
Ditulis oleh Oleh: Hanna Devlin Selasa, 09 Maret 2010

NASA telah merilis gambar pertama dari pemetaan langit pesawat antariksanya, yang memperlihatkan pijaran komet, bintang berawan dan pemandangan baru tentang galaksi tetangga kita, Andromeda.

Sejak peluncurannya pada bulan Desember, Wide-field Infrared Survey Explorer atau WISE untuk jarak pendek, telah mengirimkan kembali lebih dari 250.000 gambar mentah. NASA telah memproses beberapa diantaranya untuk konsumsi publik.

“Kita telah memiliki Candy Store dari gambar yang disajikan oleh pesawat tersebut,” ujar Edward Wright, kepala investigasi dari Universitas California, Los Angeles, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Time on line.

Komet yang dikenal sebagai Siding Spring, pada awalnya ditemukan oleh para astronom Australia namun WISE memiliki jarak pandang terbaik pada 10 Januari ketika komet itu berjarak 111,5 juta mil (180) dari Bumi.

Komet tersebut muncul dengan gambar merah karena sepuluh kali lebih dingin dibandingkan bintang di sekitarnya sehingga memancarkan cahaya pada gelombang lebih panjang. WISE dirancang untuk mendeteksi hal tersebut.

Gambar dari Andromeda menyoroti debu yang menempel pada lekukan spiral Andromeda, serta dua satelit galaksi, yang dikenal sebagai M32, terletak hanya sedikit di atas Andromeda sebelah kiri tengah, dan Fuzzy Blue M110, terletak di bawah tengah lekukan spiral. Pemandangan lain dari beberapa bintang tertua pada Andromeda mengungkapkan adanya lekukan pada cakram galaksi, akibat tabrakan dengan galaksi lain pada masa lampau.

WISE secara metodik melakukan pemetaan setiap benda pada langit malam dengan memancarkan sinar infra merah, melebihi bagian optik dari spektrum yang digunakan sebagian besar teleskop.

Selama sepuluh bulan perencanaan misi tersebut, WISE akan meneliti setiap tempat dari sistem tata surya kita hingga 10 milyar tahun cahaya menelusuri benda-benda bercahaya. Mengorbit 325 mil di atas bumi, dengan tugas selanjutnya mendeteksi benda-benda angkasa yang berbahaya bagi planet bumi ini.

Proyek $ 320 juta ini dikelola oleh NASA’s Jet Propulsion Laboratory. (Erabaru/Times on line/sua)