| Merokok Menyebabkan PMS Berat |
| Ditulis oleh Era Baru | Senin, 15 Maret 2010 |
|
Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr. Elizabeth R. Bertone-Johnson dan tim peneliti dari University of Massachusetts, USA. “Hasil penelitian kami ini menguatkan data bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko PMS berat, dan dapat menjadi alasan yang kuat bagi perempuan dewasa untuk berhenti merokok,” ujar Dr. Elizabeth. Lebih lanjut diuraikan dalam artikel ilmiah itu bahwa merokok memang telah telah diketahui memengaruhi keseimbangan kadar hormon reproduksi. Tetapi seberapa jauh menyebabkan gangguan bagi kesehatan reproduksi belum dianalisa. Bersama tim peneliti yang dipimpinnya, Dr. Elizabeth kemudian menganalisa data kesehatan para juru rawat rumah sakit di seluruh Amerika, yang terdaftar sejak 1989 hingga 2008, sejumlah 116.678 data. Ditemukan bahwa 20% dari para juru rawat yang mengalami keluhan PMS parah, memiliki kesamaan pola hidup, yaitu merokok!(Health News)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Berlian Dibalik Kabut Percandian Muarajambi
- Rudal AS Tewaskan Tokoh al-Qaeda Pakistan
- Tentara Suriah Lancarkan Serangan Besar-besaran
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Mengatasi Polusi Timbal dengan Jamur
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Cerita Tentang Einstein
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi

American Journal of Epidemiology merilis hasil penelitian yang menyatakan bahwa perempuan berusia 27 – 44 tahun yang memiliki kebiasaan merokok cenderung mengalami PMS (gejala saat menjelang menstruasi) berat, seperti; nyeri punggung, pinggang, payudara, perut, serta kembung, juga berjerawat.





Mozilla Firefox
Comments
RSS feed for comments to this post.