| Ilmuwan Ciptakan 'Air Kering' |
| Ditulis oleh Era Baru News | Rabu, 01 September 2010 |
|
Para ilmuwan telah berhasil menciptakan 'air kering.' Hal ini mungkin terdengar seperti sebuah kontradiksi. Zat ini menyerupai gula bubuk dan dapat berevolusi dengan cara menggunakan bahan kimia. Setiap partikel air kering mengandung setetes air yang dilingkupi lapisan pasir silika. Bahkan, 95 persen bahan air kering adalah 'air basah.' Para ilmuwan yakin, air kering dapat digunakan untuk memerangi pemanasan global dengan menyerap dan mengikat karbondioksida gas rumah kaca. Sejumlah uji coba menunjukkan bahwa partikel ini tiga kali lebih baik dalam menyerap karbondioksida dibandingkan dengan air biasa. Air kering juga dibuktikan dapat digunakan untuk menyimpan metana dan mengembangkan sumber energi potensial gas alam. Dr. Ben Carter, dari Universitas Liverpool, Inggris telah memresentasikan penelitiannya ini pada pertemuan Kumpulan Kimiawan Nasional Amerika ke-240, di Boston. "Selama ini, belum ada yang seperti ini. Mudah-mudahan, kita akan dapat menyaksikan gelombang air kering pada masa mendatang," katanya. Aplikasi lain yang ditunjukkan oleh tim Dr. Carter adalah menggunakan air kering sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi antara hidrogen dan asam maleat. Proses ini menghasilkan asam suksinat, bahan baku utama untuk membuat obat-obatan, bahan pangan dan sejumlah produk konsumen. Biasanya hidrogen dan asam maleat harus diaduk bersama untuk membuat asam suksinat. Namun hal ini tidak perlu lagi dilakukan apabila menggunakan partikel air kering yang mengandung asam maleat dan membuat proses ini lebih ramah lingkungan serta lebih hemat energi. "Jika anda dapat mengurangi campuran reaksi anda, maka anda berpotensi menghemat energi yang cukup besar," ujar Dr. Carter, seperti dilansir Telegraph. Para peneliti yakin, teknologi ini dapat disadur untuk menciptakan emulsi bubuk kering. Beberapa campuran dari dua atau lebih campuran cairan tidak dapat bercampur seperti minyak dan air. Emulsi kering lebih aman dan lebih mudah untuk menyimpan serta menyalurkan cairan yang berpotensi berbahaya. (Erabaru/telegraph/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Berlian Dibalik Kabut Percandian Muarajambi
- Rudal AS Tewaskan Tokoh al-Qaeda Pakistan
- Tentara Suriah Lancarkan Serangan Besar-besaran
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Mengatasi Polusi Timbal dengan Jamur
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Cerita Tentang Einstein
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi








Mozilla Firefox