| Kisah Lu Zhishen |
| Ditulis oleh Erabaru | Rabu, 22 Februari 2012 |
|
Dalam novel Tiongkok klasik berjudul Penjahat Rawa, seratus delapan "pahlawan" menjadi pemeran utamanya. Adalah Lu Zhishen, raksasa urakan setinggi 8 kaki yang suka minum. Nama aslinya adalah Lu Da, seorang pejabat pemerintah kecil wilayah Wei yang punya bakat besar dalam hal melibatkan diri dalam masalah. Tak peduli bagaimana pun ia berusaha, ia tetap susah untuk menjadi orang baik. Di kotanya tinggal seorang tukang daging yang amoral. Ketika tukang daging ini memaksa seorang wanita muda untuk menikah dengannya, Lu Zhishen menjadi geram. Lu Zhishen dan tukang daging terlibat dalam perkelahian dan Lu Zhishen membunuh tukang daging dengan tiga pukulan. Untuk menghindari tuntutan, ia melarikan diri ke Gunung Wutai dan mencari perlindungan di sebuah biara Buddha. Setelah melihat Lu Zhishen, kepala biara berkata: "Bahkan sedikit niat yang mengarah pada kebaikan bernilai seribu keping emas. Hukum Buddha maha luas, jadi saya namai kamu Kebijakan Mendalam (Zhi Shen). " Tapi kehidupan biara tidak cocok baginya. Lu Zhishen tidak mau mematuhi aturan, makan daging, dan lagi-lagi mabuk. Permasalahannya mencapai klimaks ketika ia tanpa sengaja menghancurkan sebuah paviliun biara dan beberapa patung Buddha saat mengamuk dalam keadaan mabuk. Dia diusir ke sebuah biara lain dan ditugaskan untuk menjaga kebun sayuran. Namun, tak lama kemudian, datang saat kejayaan pertamanya, dia dengan usaha sendiri melumpuhkan 23 pencuri, dan kemudian bahkan mencabut pohon willow tinggi dengan tangan kosong. Dia mulai dielu-elukan sebagai seorang pahlawan di mana-mana. Suatu hari, ia berpapasan dengan Jendral Lin Chong, seorang instruktur yang membawahi 800.000 prajurit kekaisaran. Keduanya cocok satu sama lain dan mengangkat sumpah sebagai saudara. Namun Lin Chong tak lama kemudian dijebak oleh pejabat korup dan diasingkan. Ketika pengawal Lin Chong mencoba membunuhnya di hutan, Lu Zhishen tiba-tiba keluar dari balik pohon dan memukul pengawal itu untuk menyelamatkan Lin Chong. Ternyata diam-diam Lu Zhishen telah melindungi Lin Chong selama ini. Keduanya akhirnya bertemu kembali di Gunung Liang, bersama dengan Song Jiang dan yang lainnya. Kisah Lu Zhishen ini dipentaskan oleh Shenyun Performing Arts untuk Anda nikmati. (ana/ch) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Diganjar Penjara Seumur Hidup, Patek : Saya Mohon Maaf
- Takut Gempa Susulan Ribuan Warga Italia Mengungsi
- Chen Guangcheng Tiba di Amerika Serikat
- Pakistan Blokir Twitter
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Jatuhnya Sukhoi "Human Error," Kegagalan Teknis atau Faktor Cuaca?
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu





Mozilla Firefox