Era Baru News >> Featured News >> Gaya Hidup >> Lima Hal yang Menghancurkan Anak Anda
Lima Hal yang Menghancurkan Anak Anda Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Erabaru   
Sabtu, 05 May 2012 06:20

alt

Anak-anak tidak lahir disertai buku manual, dan tidak ada yang namanya orang tua yang sempurna. Anda bisa saja membaca buku sebanyak mungkin, berbicara dengan semua ibu di taman bermain dan membayar untuk tiap sesi terapi mingguan untuk belajar mendidik anak, tetapi Anda mungkin masih merasa sepertinya Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan.

Namun, dengan semua tips yang dianjurkan untuk dilakukan, pernahkah  Anda berharap memiliki rincian hal-hal yang tidak boleh dilakukan? Bahkan jika Anda pikir Anda telah mencoba yang terbaik, mungkin itu tidak cukup. Coba cermati lima hal berikut yang bisa membuat anak Anda hancur.

1. Memberikan Apapun yang Dia Minta 

Tidak peduli apa yang anak Anda inginkan, mereka selalu mendapatkannya dari Anda. Entah itu mainan yang disukainya supermarket atau video game yang akan menghabiskan gaji satu minggu Anda. Memberi mereka segala yang mereka minta adalah seperti menyediakan lahan yang subur bagi tumbuhnya anak yang nakal.

Banyak orang tua percaya bahwa menolak permintaan anak akan membuat mereka tampak seperti musuh. Namun, anak-anak membutuhkan harapan yang realistis tentang bagaimana untuk mendapatkan berbagai hal serta nilai uang dan kerja keras.

Mengeluarkan uang dari dompet Anda untuk setiap rengekan akan memberikan kesan bahwa uang dan hal materi lebih penting dari pengalaman emosional yang bermakna. Ini juga bisa memberi kesan bahwa mereka tidak harus berusaha atau bekerja untuk hal-hal yang mereka inginkan.

Apa yang harus dilakukan sebagai gantinya: Batasi anak-anak Anda untuk satu mainan baru atau membeli mainan per bulan dengan batas pengeluaran yang ditetapkan. Jika mereka ingin lebih banyak barang atau sesuatu yang lebih mahal, mereka harus mendapatkannya dengan melakukan tugas rumah atau menabung uang mereka sendiri.

2. Kurang Disiplin

Sebagai contoh, Anda tidak melakukan apapun ketika anak Anda mengganggu, memukul atau mempermainkan anak lain. Kurangnya kedisiplinan dalam mengasuh anak sering berpangkal dari orang tua tidak ingin terlihat “jahat”. Banyak orang tua yang tidak tahu cara yang benar untuk mendisiplinkan anak, sehingga mereka memilih untuk tidak melakukan apa-apa.

Jenis pengasuhan seperti ini dapat menyebabkan masalah serius, seperti misalnya kenakalan. Anak-anak tumbuh dengan aturan dan batas-batas ketika berinteraksi dengan orang lain. Tanpa konsekuensi, batas antara baik dan buruk dapat menjadi kabur atau bahkan tidak ada.

Apa yang harus dilakukan sebagai gantinya: Tetapkan aturan serta konsekuensi yang jelas dan konsisten bagi anak-anak Anda. Jika mereka bertindak di luar rumah seperti di sekolah atau tempat publik, sita hak istimewa mereka seperti televisi atau makan snack/dessert saat makan malam. Potong waktu bermain keluar jika mereka nakal di rumah dan jelaskan mengapa perilaku buruk tersebut tidak dapat ditoleransi.

3. Selalu Membela Mereka

Ketika seorang guru atau orang dewasa lainnya melaporkan kenakalan anak anda, Anda tidak percaya dan selalu membela mereka. Meski kita semua menganggap anak-anak kita adalah malaikat kecil, menutup mata untuk kenakalan mereka atau hidup dalam penyangkalan bukanlah sebagai jawabannya.

Beberapa orang tua mempunyai kesan bahwa anak-anak mereka tidak mungkin berbuat salah dan bahwa figur otoritas adalah pihak yang sewenang-wenang. Adalah sangat penting untuk menekankan pentingnya peran guru, polisi dan orang dewasa yang lebih tua. Buat anak-anak Anda paham bahwa mereka tidak berada di atas aturan dan bahwa kesalahan membuahkan konsekuensi.

Apa yang harus dilakukan sebagai gantinya: Jika guru atau pengasuh anak Anda menyarankan tindakan disiplin tertentu, ikuti hal itu selama itu masuk akal dan tidak berbahaya. Jelaskan kepada anak-anak Anda mengapa itu terjadi dan bahwa Anda masih mencintai mereka, tetapi mengharuskan mereka untuk melakukan apa yang diminta agar mereka bertanggung jawab.

4. Bertengkar di Depan Anak-Anak

Mengatai istri atau suami Anda atau berteriak dan mengancam istri atau suami Anda di depan anak-anak dapat memberi efek fisiologis yang negatif. Anak-anak yang menyaksikan hal ini dapat menjadi ketakutan, melarikan diri, mencari pelarian yang berbahaya seperti obat-obatan atau alkohol dan bisa jadi berpikir bahwa memperlakukan pasangan atau orang lain dengan cara demikian sah-sah saja.

Apa yang harus dilakukan sebagai gantinya: Tetaplah normal di depan anak-anak dan pindahkan adu argumen ke luar atau ke ruangan lain. Siapkan pertemuan dengan ahli terapi untuk anak-anak Anda ketika mereka berada di tengah perceraian orang tua atau masalah keluarga. Tanamkan pada anak Anda bahwa mengejek dan memanggil nama dengan tidak hormat dan kekerasan adalah cara yang tidak dapat diterima dalam menangani konflik.

5. Memberi Contoh yang Tidak Baik

Memotong pembicaraan, berbohong, mengucapkan kata-kata cemoohan dan mencuri di depan anak-anak adalah memberi contoh yang tidak baik. Orang tua adalah guru pertama bagi anak, dan tindakan mereka memberi kesan terkuat.

Perilaku buruk di depan anak-anak dapat mengubah persepsi mereka tentang apa yang benar dan apa yang salah. Anda salah jika berpikir bahwa anak-anak tidak memperhatikan. Anak-anak sangat mudah terpengaruh dan akan mulai meniru perilaku buruk jika sering menyaksikannya.

Apa yang harus dilakukan sebagai gantinya: Jadikan teladan bagi anak Anda. Tentu saja, kita semua berbuat salah, dan Anda harus menjelaskan kepada anak Anda mengapa apa yang Anda lakukan salah dan apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaikinya. (wid)

 

Comments  

 
+1 # atandiseruAtandiseru 2012-05-05 07:03
sangat menolong. Trims a lot
Reply | Reply with quote | Quote
 

Bagikan halaman ini ke :

|