Era Baru News >> Featured News >> Sejarah >> Kebijakan Yan Zi (2)
Kebijakan Yan Zi (2) Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Yi Ming   
Senin, 07 May 2012 23:49

alt

Yan Zi adalah seorang diplomat dan pemikir yang hebat pada masa China kuno. Dia hidup semasa (578 SM – 500 SM) juga dikenal sebagai Yan Zi, dari Yiwei, saat ini dikenal sebagai daerah Shandong Laizhou, China.

Yan Zi dan Qi Jing Gong

Qi Jing Gong Berhenti Minum Tuak

Qi Jing Gong adalah Raja Qi. Dia suka minum tuak dan pernah melakukannya selama tujuh hari berturut-turut.

Seorang menteri berusaha memberi nasihat tulus kepada raja, “Yang Mulia, Anda telah mabuk selama tujuh hari berturut-turut. Mohon dahulukan urusan negara dan berhenti minum. Jika tidak, mohon akhiri hidup saya.”

Ketika Menteri Yan Zi datang untuk menemui Qi Jing Gong, sang raja mulai mengeluh, “Xuan Chang ingin aku berhenti minum, atau mengakhiri hidupnya. Jika aku mendengarkan dia, aku tidak akan pernah bisa mencicipi minuman lagi. Jika tidak mendengarkannya, ia ingin aku mengakhiri hidupnya. Apa yang harus aku lakukan?."

Yan Zi berkata, “Betapa beruntungnya dia bahwa ia melayani seorang raja yang murah hati seperti Anda. Jika dia melayani raja seperti Jie atau Zhou, dua raja tirani terkenal, ia sudah akan kehilangan nyawanya sejak dulu.” Setelah mendengar itu, Raja Qi berhenti minum.

Anjing Peliharaan Qi Jing Gong

Ketika anjing peliharaan Qi Jing Gong mati, ia memerintahkan agar dibuatkan peti mati khusus dan diadakan pemakaman besar. Menteri Yan Zi mendengar tentang itu dan meminta raja untuk mempertimbangkannya kembali.

Yan Zi berkata, “Yang Mulia, itu salah. Ketika Anda meminta rakyat Anda membayar pajak, Anda tidak menggunakannya untuk kesejahteraan mereka. Anda justru menggunakannya untuk menyenangkan orang-orang di sekitar Anda.”

“Adakah harapan untuk negara seperti ini? ada rakyat miskin, rakyat kelaparan dan banyak orang tua yang kedinginan sampai mati, tetapi seekor anjing malahan mendapat upacara pemakaman. Tak seorangpun peduli ketika rakyat miskin mati, tetapi seekor anjing bisa mendapat peti mati yang bagus dan pemakaman yang besar,” lanjut Yan Zi.

“Saat rakyat tahu tentang perilaku Anda, mereka akan menggerutu, ketika negara-negara tetangga mendengar tentang hal ini, mereka akan merendahkan kita. Yang Mulia, Anda harus mempertimbangkan hal ini dengan serius,” ujar Yanzi.

Qi Jing Gong menerima saran Yan Zi dan membatalkan rencana acara pemakaman anjingnya. (SecretChina/wid/mas)

Bersambung


Related news items:

 

Bagikan halaman ini ke :

|