|

Yan Zi adalah seorang diplomat dan pemikir yang hebat pada masa China kuno. Dia hidup semasa (578 SM – 500 SM) juga dikenal sebagai Yan Zi, dari Yiwei, saat ini dikenal sebagai daerah Shandong Laizhou, China.
Yan Zi dan Qi Jing Gong
Burung Peliharaan Qi Jing Gong
Qi Jing Gong suka menangkap burung dan memelihara mereka. Suatu hari penjaga burung Zhu Zou tak sengaja melepaskan seekor burung. Qi gong Jing sangat marah dan memerintahkan agar dia dibunuh.
Yan Zi berkata, “Zhu Zou melakukan tiga kejahatan. Bolehkah saya memberitahunya, sehingga ia bisa beristirahat dengan damai?.” Qi Jing Gong sangat senang dan berkata, “Ya.”
Ketika Zhu Zou menghadap Qi Jing Gong dengan badan yang gemetaran, Yan Zi memberitahu Zhu Zou dengan serius, “Kamu telah melakukan tiga kejahatan. Apakah kamu tahu apa itu?.”
“Pertama, kamu bertugas untuk merawat burung peliharaan raja, tetapi kamu membiarkan burung itu terbang. Kedua, raja kita harus membunuhmu karena seekor burung. Ketiga, saat berita ini menyebar, semua orang akan tahu bahwa raja kita memberikan perhatian lebih kepada burung daripada manusia. Kamu telah merusak reputasi baik raja kita. Kamu pantas mati seribu kali,” kata Yan Zi.
Setelah mengatakan hal itu, Yan Zi meminta Qi Jing Gong untuk menghukum Zhu Zou segera. Tapi Qi Jing Gong berkata, “Tidak, jangan membunuhnya. Saya telah mengerti nasihat Anda .“
Sepatu murah dan yongs mahal
Ketika Qi Jing Gong memerintah negara, banyak hukuman kejam dijalankan. Untuk kejahatan kecil, kaki seseorang akan dipotong. Yan Zi mencoba berkali-kali untuk meminta Qi Jing Gong untuk meninggalkan cara brutal ini tapi tidak berhasil.
Suatu hari, Qi Jing Gong ingin menunjukkan keprihatinannya akan tempat tinggal Yan Zi. Dia merasa rumah Yan Zi terlalu kecil dan berisik. Raja ingin Yan Zi pindah ke rumah yang lebih luas.
Tapi Yan Zi dengan sopan menolak, ”Saya tidak bisa terpisah dengan tempat ini, karena nenek moyang saya tinggal di sini sebelumnya. Kedua, tempat ini ada di jantung pasar dan saya bisa tahu bagaimana keadaan perekonomian. Selain itu, sangat mudah membeli sesuatu dari sini.” Raja mengagumi Yan Zi dan bertanya,” Apakah Anda tahu barang apa yang murah dan yang mahal di pasar?”
Yan Zi memanfaatkan kesempatan itu dan berkata, “Tentu saja saya tahu. Sepatu sangat murah, sedangkan yongs, sepatu untuk orang tanpa kaki, sangat mahal.”
Qi Jing Gong tidak bisa mengerti, ”Kenapa bisa begitu?”
Yan Zi, ”Karena begitu banyak orang melakukan kejahatan pada berbagai tingkat dan mereka semua berakhir dengan satu kaki terpotong, sepatu biasa tidak bernilai bagi mereka. Yongs lebih praktis.”
Qi Jing Gong merasa tidak enak setelah mendengar hal itu dan kemudian meringankan hukuman.
Hukum potong pada pelaku kejahatan
Setelah seseorang menyinggung Qi Jing Gong, dia sangat marah dan memerintahkan pelaku diikat dan dipotong-potong. Qi Jing Gong bahkan menyatakan bahwa siapa yang berani membujuk untuk mengurungkan niatnya juga akan dibunuh.
Yan Zi keluar dan menjambak rambut pelaku kejahatan dengan satu tangan dan memegang pisau dengan tangan yang lain. Dia mengetahui dengan baik bahwa para kaisar-kaisar sebelumnya, tidak pernah menggunakan hukuman kejam pada rakyat mereka.
Yan Zi lantas menolehkan kepalanya dan bertanya kepada Qi Jing Gong, “Pada zaman dahulu, bagian tubuh mana dari pelaku kejahatan yang dipotong terlebih dahulu oleh kaisar pendahulu kita?. ”
Qi Jing Gong langsung berdiri dan berkata, “lupakan saja, biarkan dia pergi. Ini salahku." (SecretChina/wid)
Bersambung
|