| Percaya | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Minghui School |
| Jumat, 18 May 2012 13:07 |
|
Pergaulan sesama manusia yang paling utama adalah saling percaya. Kita semua ingin bergaul dengan orang lain, tetapi ada juga orang yang pernah dibohongi atau dicurangi oleh orang lain. Maka akibatnya dalam hatinya selamanya akan timbul rasa curiga, tidak lagi bisa mempercayai orang lain. Sehingga dalam hubungan dengan orang lain sulit beradaptasi. Ada sebuah cerita mengenai raja Zhao yang mungkin dapat mengilhami Anda sekalian. Raja Zhao adalah seorang raja yang sangat percaya kepada bawahannya. Li Bo adalah seorang yang sangat berbakat dari negara Qi, mendapat apresiasi dari raja Zhao sehingga diangkat menjadi pejabat penting. Tidak berapa lama kemudian, terjadi peperangan antara negara Yan dan negara Qi, ada orang yang datang melapor kepada raja Zhao mengatakan Li Bo menjadi penghianat, pada saat itu raja Zhao sedang makan malam, tanpa mengangkat kepalanya, dia melanjutkan makan. Tidak berapa lama kemudian, datang lagi seseorang melapor, “Li Bo memberontak!.” Raja Zhao sama sekali tidak memberikan respon. Kemudian laporan dari Li Bo sampai ke istana, raja Zhao setelah membuka laporan tersebut dan membacanya wajahnya berubah menjadi tersenyum. Dia lalu menyuruh pengawalnya membaca laporan tersebut kepada seluruh menteri yang berada disana, rupanya, ketika terjadi koalisi negara Qi dan negara Zhao menghancurkan negara Yuan, Li bo untuk bersiaga supaya negara Qi bermain curang, dia tidak menyerang negara Yuan, malahan berbalik menyerang negara Zhao. Untuk berjaga-jaga terjadi serangan lagi dia menyuruh pasukannya tetap berjaga-jaga diseluruh perbatasan. Sekarang terjadi peperangan antara Qi dan Yuan, Zhao tidak takut diserang lagi karena telah mengadakan persiapan. Atas laporan itu. para menteri kekaisaran setelah mendengar laporan ini, yang semula tidak percaya kepada Li Bo perlahan-lahan berubah menjadi rasa malu. Sejak saat itu, semua pejabat dan prajurit yang berjaga diperbatasan dan berhubungan dengan luar negeri, tidak khawatir raja Zhao akan mencurigai mereka lagi. Sehingga pemerintah dapat berjalan dengan lebih baik daripada sebelumnya. Kepercayaan seperti sebuah dorongan, rasa tulus, toleran, inspirasi dari jiwa yang indah. Sebuah komunikasi dari hati ke hati yang tulus. Sedangkan kepercayaan itu keluar dari hati yang baik, hati yang mulia, pengertian dan moral yang tinggi. (hui/mas) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Memecah Rekor Mencapai Puncak Everest pada Usia 80
- 'Free Cina: The Courage to Believe' Diputar Perdana Untuk Umum di New York
- Anggota DPRD DKI Jakarta Ancam Copot Jokowi
- Seorang Wanita Dengan Tangan Bionic 200.000 Dolar (Video)
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Kisah Jejak Kaki
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup





Mozilla Firefox