Era Baru News >> Featured News >> Unik >> Tokoh yang Tidak Biasa
Tokoh yang Tidak Biasa Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Marie G.Lee / Alex Sunarno*   
Selasa, 12 Juni 2012 21:10

alt

(Serial Bengkel Mengarang)

“Aih, tokoh ini!” begitu gumam kita kagum ketika menjumpai tokoh yang istimewa, mengesankan dan tak terlupakan. Sebagai penulis cerpen, atau novel atau karya fiksi lain, saya selalu coba ingat hal ini. Saya mau tokoh-tokoh dalam cerita saya istimewa, beda dari yang lain.

Kadang saya mulai dengan membuat model cerita dari tokoh beneran dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, adikku Michele dan saya menghabiskan waktu libur musim semi di sebuah apartemen. Kami memarkir mobil mungil kami di tempat parkir yang tersedia, tapi segera dapat teguran dari wanita tetangga sebelah. Katanya, kami parkir mobil kami terlalu dekat dengan mobil barunya, dan salah-salah bisa menyenggol mobilnya.
     
Mobil kami begitu kecilnya, sangat gampang memarkirnya di antara dua garis batas parkir seperti yang kami lakukan. Namun untuk tidak mengkhawatirkannya, kami parkir mobil kami sejauh mungkin dari mobil barunya. Alamak! Kami tetap saja mendapat peringatan!.
     
Pengalaman ini mengilhami saya untuk membuat cerita, tentang seorang wanita, dimana mobilnya adalah satu-satunya temannya. Ketika sedang menulis cerita, saya mengganti tokoh saya dan adik saya sebagai dua cowok remaja dengan mobil besar, penuh aksesoris dan hingar bingar. Ketika saya menulis cerita itu, saya jadi memahami mengapa wanita itu selalu khawatir tentang mobilnya.

Peduli pada tokoh-tokoh ceritanya. Para penulis juga sayang pada tokoh-tokoh dalam ceritanya. Bila anda terus menerus memikirkannya, berada di posisinya, lama-lama tokoh itu seakan hidup betulan, meski anda tahu bahwa tokoh itu hanya fiktif belaka.
     
Betapapun, beruntunglah pembaca, bahwa penulis menyelesaikan cerita dan berbagi pengalaman tokoh-tokohnya itu dengan kita, sementara kita cukup duduk, membaca, dan ketemu tokoh-tokoh yang kita akan mengatakan “Aih, tokoh ini!”, bahkan tanpa perlu meninggalkan rumah.

Istilah-istilah dalam cerpen

Plot adalah urutan kejadian dalam karya fiksi. Di hampir semua cerpen, plot melibatkan konflik, atau perjuangan antara pihak yang berlawanan

Tokoh (karakter) adalah tokoh-tokoh fiktif dalam cerita

Narator adalah seseorang yang menuturkan cerita. Kadang naratornya adalah salah satu tokoh cerita. Kadang seserorang di luar cerita.

Setting adalah waktu dan tempat peristiwa terjadi

Tema adalah pesan utama dari karya fiksi. Sebuah tema biasanya ekspresi dari pernyataan umum tentang manusia atau kehidupan

Marie G, Lee. Kelahiran 1964. Mulai menulis sejak umur 10 tahun. Karya-karyanya mulai banyak beredar sejak usia 16 tahun, dan banyak diterbitkan di Majalah Seventeen.

***
Alex Sunarno adalah penulis yang banyak mengedukasi masyarakat tentang cara mengarang yang baik melalui “Bengkel Mengarang”

 

Bagikan halaman ini ke :

|