| Batu Giok Ho | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Era Baru News |
| Sabtu, 16 Juni 2012 14:19 |
|
Bian Ho adalah orang yang berasal dari negara Chu, dia menemukan sebuah batu giok besar di pegunungan negara Chu, lalu dia mempersembahkan batu giok ini kepada raja Chu Liwang. Setelah diperiksa oleh ahli batu dinyatakan bahwa batu itu adalah batu biasa, Chu Liwang merasa Bian Ho telah menipunya, lalu dia memotong kaki kanan Bian Ho. Raja Chu Liwang kemudian wafat, setelah itu raja Wu naik tahta, Bian Ho sekali lagi mempersembahkan batu giok ini kepada raja Wu, batu giok tersebut juga dinyatakan sebagai batu biasa, Bian Ho sekali lagi dipotong kaki kirinya oleh raja Wu. Ketika Raja Wen naik tahta, Bian Ho membawa batu giok tersebut ke atas gunung sambil memeluk batu tersebut dia menangis 3 hari 3 malam, sampai mengeluarkan air mata darah, Raja Wen setelah mengetahui hal tersebut, memerintahkan ahli batu giok membelah batu tersebut, ternyata didalam batu tersebut terdapat batu permata yang sangat berharga, Raja Wen menyuruh ahli batu mengosok batu tersebut sehingga menjadi batu giok yang cantik, lalu diberi nama “Batu Giok Ho”. Akhirnya batu giok Ho ini jatuh ke tangan Raja Zhouhui Wen, Raja Qin Zhouxiang setelah mengetahui hal tersebut, mengirim utusan menyampaikan surat kepada Raja Zhouhui Wen, menyatakan maksudnya ingin menukarkan 15 kota dengan batu giok Ho. Karena 15 kota tersebut saling berhubungan, akhirnya ke 15 kota tersebut diberi nama “tak ternilai” maksud dari nama kota tersebut adalah untuk menggambarkan kota tersebut ditukar dari barang yang sangat berharga. (hi) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Seorang Pria Membunuh Ular Sanca Terbesar di Florida
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Kunjungan Perdana Menteri China Memicu Protes di India
- Seumur Hidup
- Pesimisme Terciptanya Kedaulatan Ekonomi oleh Menkeu Baru
- Kisah Jejak Kaki
- Tikus Yongzhou
- Hong Kong Menahan Praktisi Falun Gong
- Beban Hutang Negara Diatas Rp. 2000 Triliun
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Wakil Presiden Parlemen Eropa Serukan Kebebasan Pers di China





Mozilla Firefox