| Ayam Merah dan Butir Gandum | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Veronica S.Hutchinson/Alex Sunarno |
| Sabtu, 30 Juni 2012 11:47 |
|
Pada suatu hari, seekor ayam merah sedang mengais-ngais di halaman, ketika ia menemukan sebutir gandum. “Siapa mau menanam gandum?” tanyanya. “Bukan aku,” jawab bebek. “Bukan aku,” kata kucing. “Bukan aku,” kata anjing. “Baiklah kalau begitu,” kata ayam merah, “aku yang akan menanamnya.” Maka ia pun menanam butir gandum itu. Setelah beberapa waktu lamanya, gandum itu tumbuh tinggi dan berbuah. “Sekarang siapa yang mau memetik gandumnya?” Tanya ayam merah. “Bukan aku,” jawab bebek. “Bukan aku,” kata kucing. “Bukan aku,” kata anjing.
“Baiklah kalau begitu,” kata Ayam Merah, “aku yang akan memetiknya.” “Bukan aku,” kata kucing. “Bukan aku,” kata anjing.
“Baiklah kalau begitu,” kata Ayam Merah, “aku yang akan membawanya ke penggilingan untuk digiling menjadi tepung.” “Bukan aku,” kata kucing. “Bukan aku,” kata anjing.
“Baiklah kalau begitu,” kata Ayam Merah, “aku yang akan memasaknya menjadi roti yang lezat.” Lalu ia bertanya, “Siapa yang akan mencicipi roti yang lezat ini?” “Oh, saya mau!” kata bebek. “Oh, saya mau!” kata kucing.
“Oh, saya mau!” kata anjing. |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Seorang Pria Membunuh Ular Sanca Terbesar di Florida
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Kunjungan Perdana Menteri China Memicu Protes di India
- Seumur Hidup
- Pesimisme Terciptanya Kedaulatan Ekonomi oleh Menkeu Baru
- Kisah Jejak Kaki
- Tikus Yongzhou
- Hong Kong Menahan Praktisi Falun Gong
- Beban Hutang Negara Diatas Rp. 2000 Triliun
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Wakil Presiden Parlemen Eropa Serukan Kebebasan Pers di China





Mozilla Firefox