Home

VIDEO NTDTV

This text will be replaced

 

gula kesehatanPenelitian di Inggris menemukan bahwa makanan modern sekarang telah menambahkan terlalu banyak gula. Hal ini dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan masalah lain, seperti bentuk lain dari rokok, yang juga dapat membuat orang ketagihan. Oleh karena itu di berbagai negara telah dimulai "Kampanye Kurangi Gula (Action on Sugar)", untuk mengurangi penambahan gula adiktif yang selama ini terlalu banyak ditambahkan ke dalam makanan.

Obesitas telah menjadi salah satu masalah yang mau tidak mau harus dihadapi oleh orang-orang modern. Statistik menunjukkan bahwa di Inggris terdapat 2/3 orang dewasa menderita obesitas, setiap tiga orang dari anak-anak berusia 6 tahun, terdapat 1 orang yang terkena obesitas. Obesitas dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Penyakit tersebut umumnya tercantum dalam daftar penyakit penyebab kematian dan penyakit cacat, sementara itu Inggris menghabiskan dana pajak 5 miliar euro (sekitar 101 triliun rupiah) per tahun.

Menurut tren ini, diperkirakan bahwa pada tahun 2050 akan ada setengah dari populasi dunia yang menderita obesitas, biaya perawatan kesehatan pun akan menjadi 10 kali lipat lebih tinggi dari saat ini.

Untuk menghindari situasi seperti itu, para ahli kesehatan dan tokoh masyarakat membentuk organisasi kampanye 'Kurangi Gula', tindakan ini didukung secara luas di Eropa dan Amerika Serikat. United Press International (UPI) melaporkan bahwa profesor psikologi, kesehatan, dan Lembaga Penelitian Sosial Simon Capewell adalah salah satu ahli dari aksi kampanye kurangi gula. Kampanye ini bertujuan untuk mengingatkan konsumen dari bahaya gula aditif dan mendorong konsumen untuk melihat jelas label makanan sebelum membeli barang. Capewell menulis dalam sebuah pernyataan: "Gula adalah tembakau baru. Industri makanan lebih mengejar keuntungan daripada kesehatan, mereka di mana- mana menyodorkan minuman manis dan junk food untuk orang tua dan anak-anak yang tidak menyadari akibatnya."

Pernyataan dari kanpanye ' Kurangi Gula' berbunyi: Makanan dan minuman berkadar gula tinggi merusak kesehatan anak-anak dengan lebih buruk. Ia dapat menyebabkan obesitas, diabetes, kerusakan gigi, dan sebagainya. Mereka berharap dapat meyakinkan para penyedia makanan dan minuman serta Departemen Kesehatan Inggris untuk bekerja sama dalam mengurangi kadar gula dari makanan dan minuman. Mereka percaya tidaklah sulit dalam waktu 3-5 tahun untuk mengurangi kadar gula dalam makanan sebesar 20-30%.

Hal ini secara signifi kan akan mengurangi asupan kalori, bisa mengurangi 100 kalori rata-rata per hari, bagi kaum penderita obesitas efeknya lebih jelas.

Aksi ini berasal dari periode 1990-an yang menerapkan kampanye 'Kurangi Garam' yang telah mencapai sukses besar, sehingga kandungan garam dari banyak makanan di supermarket berkurang hingga 20-40%. Secara keseluruhan, asupan garam individu juga juga berkurang sekitar 15%, per tahun setidaknya telah mengurangi 6.000 kasus kematian akibat stroke dan penyakit jantung.

Selain itu, sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa asupan rutin minuman bersoda manis dapat menyebabkan 'hiperaktif', konsumsi jangka panjang dari minuman tersebut juga dapat menyebabkan perubahan ratusan protein dalam otak, modus perubahan ini mirip dengan perubahan ketika terjadinya penyakit Alzheimer.

Peneliti dari Universitas Corey Franklin, Sydney, Australia, mengatakan: "Minum terlalu banyak minuman ringan bergula selain akan memengaruhi ukuran pinggang Anda, juga dapat menyebabkan zat kimia otak berubah ke arah yang buruk. Jadi, sebelum meminum minuman ini, seharusnya pikirkan dengan baik apakah boleh meminumnya atau tidak." (Epochtimes/Hui/Yant)

 

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.