Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Tekhnologi Scanner Ungkap Misteri Mumi 4.000 tahun
Tekhnologi Scanner Ungkap Misteri Mumi 4.000 tahun
Ditulis oleh Erabaru News Senin, 08 Februari 2010

Mumi Mesir 4.000 tahun telah diteliti untuk menyingkap beberapa rahasia masa lampau

Uji coba tersebut akan dapat menjawab sejumlah pertanyaan tentang misteri adanya mumi burung dalam tubuh mumi manusia yang digunakan sebagai persembahan kepada para dewa untuk mengamankan tempat wanita tersebut di akhirat.

Sejumlah ilmuwan juga dapat lebih jauh mempelajari tentang kehidupan wanita itu di bumi ini, termasuk usia dan apakah ia telah memiliki anak.

Para ilmuwan secara hati-hati mengemas mumi ke dalam peti jenazah yang telah disediakan oleh pengurus pemakaman setempat dan diangkut mobil jenazah dengan pengawalan polisi.

Mumi yang diketahui sebagai Pa-Ib dan diyakini berasal dari sekitar 2.000 SM, telah berada di Museum Barnum sejak 1890-an.

Para ilmuwan selanjutnya akan dapat mengamati mumi tersebut secara detail untuk pertama kalinya dengan menggunakan CT scanner 64-slice Toshiba yang biasanya digunakan mendiagnose penyakit pada pasien.

Alat ini memiliki resolusi delapan kali lebih baik dibandingkan scanner lain yang telah digunakan pada mumi yang sama pada 2006 silam. Pada saat itu uji coba menunjukkan adanya sejumlah bungkusan di dalam rongga perut mumi tersebut.

Salah seorang arkeolog berspekulasi bahwa salah satu dari bungkusan itu kemungkinan adalah burung yang telah dimumikan, sebuah harapan yang telah membangkitkan peneliti Mesir Kuno.

Tulang panggul menunjukkan beberapa bukti bahwa wanita tersebut telah melahirkan, namun data asli pada CT Scaner telah dihapus untuk pemeriksaan pasien lain.

Beberapa scan terakhir menghasilkan penemuan baru yang dapat membuktikan hal penting bagi arkeolog untuk memahami ritual-ritual kuno.

"Hal tersebut benar-benar akan memberi kita pandangan fantastis dari mumi ini," ujar Profesor Ronald Becket, direktur Lembaga Penelitian Bianthropologi di Quinnipiac seperti dilansir Daily Mail.

"Setiap mumi memiliki kisah tersendiri untuk diceritakan. Setiap lembar informasi telah menambah pengetahuan kita tentang Mesir Kuno."

Lorelei Corcoran, Direktur Lembaga Seni dan Arkeologi Mesir dari Universitas Memphis, menyebut mumi tersebut 'sangat luar biasa.'

"Hal itu hanya memberikan kita contoh lain dari fenomena yang sangat menarik akan suatu benda sebagai bekal anda di alam baka." ujarnya.

Dr. Corcoran mengatakan ia mengetahui hanya dari dua mumi berbeda yang disertai mumi burung, satu di Museum J. Paul Getty di California dan satu lagi di Swiss.

Ia mengatakan burung seperti elang dan ibis dikaitkan dengan dewa Mesir Thoth, yang diyakini memainkan peran berpengaruh dalam penilaian tahap akhir bagi orang mati.

"Ia satu-satunya yang berpendapat, bahwa anda akan terpengaruh agar mencapai keabadian hingga dunia akhirat," ujarnya.

Collen Manassa, asisten guru besar Egyptologi pada Universitas Yale, mengatakan, 'sangat mustahil' kemungkinan mumi manusia yang berisi bungkusan mumi burung tersebut berusia 4.000, seperti yang diyakini pihak museum, karena bangsa Mesir tidak membalsem hewan sekitar jaman itu.

Ia mengatakan mumi itu usianya cenderung lebih muda, namun tetap dianggap sangat luar biasa.

"Itulah yang akan membuat mumi tersebut sangat penting," ujar Prof. Manassa, sambil menunjukkan hewan untuk persembahan kurban tidak hanya dilakukan di kuil-kuil.

Profesor Manassa mengatakan pada waktu yang tidak jauh beda ditemukan peti pada sebuah Museum Mesir, di mana seekor babon yang telah di mumikan dan dibungkus, ditempatkan diatas bungkusan mumi wanita secara terpisah lebih dari 3.000 tahun yang lalu.

Prof. Brecket mengatakan bngkusan-bungkusan tersebut kemungkinan adalah organ-organ dari binatang, diawetkan dan ditempatkan kembali pada mumi tersebut hingga ke akhirat.,

"Bukankah hal yang luar biasa jika benda itu ternyata seekor burung?" ujarnya.

Prof. Brecket menambahkan ia tidak yakin bahwa wanita itu adalah bangsawan, dengan mengatakan dari kotoran giginya cenderung menunjukkan makanan rakyat jelata.

Sejumlah ilmuwan mengatakan kesulitan mereka menentukan penyebab kematiannya. Namun, mereka mampu menunjukkan berbagai penyakit yang diderita mumi wanita tersebut, misalnya seperti radang sendi (Erabaru/DM/sua)