| Tanggulangi Dampak Gempa, Chili Meminta Bantuan |
| Ditulis oleh Oleh: Lillian Chang | Jumat, 05 Maret 2010 |
|
Sebagai dampak penuh dari gempa berkekuatan 8,8 skala richter yang menghancurkan Chili saat fajar, pemerintah Chili telah menyadari bahwa bencana tersebut di luar kemampuannya. "Kita menghadapi keadaan darurat yang tidak seperti yang lainnya dalam sejarah Chili," Presiden Chili Michelle Bachelet mengatakan pada 28 Februari satu hari setelah gempa melanda ibu kota Santiago dan daerah-daerah selatan. Pada saat itu, Chile, merupakan salah satu negara yang paling maju di Amerika Latin, tidak meminta atau menerima bantuan dari masyarakat internasional. "Kami biasanya tidak meminta bantuan," kata Ms. Bachelet. Sejak 1 Maret bagaimanapun juga, kematian dan kehancuran yang meluas telah menjadi jelas. Ini adalah "sebuah bencana besar yang tak terbayangkan yang akan memerlukan upaya besar untuk pemulihannya," kata presiden. Ms. Bachelet dijadwalkan untuk menyerahkan kursi kepresidenannya kepada Presiden terpilih Sebastian Pinera pada 11 Maret dan, menurut Christian Science Monitor, telah berencana untuk memusatkan perhatian untuk membantu memulihkan kehidupan wanita haiti setelah gempa bumi Haiti. Dia mungkin harus memikirkan kembali rencana-rencana tersebut sekarang. Lebih dari 2 juta warga Chili, atau seperdelapan dari keseluruhan populasi, diperkirakan telah terlantar akibat gempa Chili, yang dianggap sebagai gempa terkuat ketujuh dalam catatan sejarah. Sampai saat ini, 795 orang telah meninggal, namun jumlahnya diperkirakan akan meningkat karena komunikasi ke daerah yang lebih terisolasi sudah mulai bisa diakses. Dengan getaran yang dirasakan jauh sampai ke Argentina, gempa berpusat sekitar 200 mil sebelah selatan ibukota Santiago dan lebih dari 70 mil timur laut dari kota terbesar kedua Concepcion (dengan populasi 670,000 orang). Bangunan dan jembatan ambruk, dan jalan-jalan rusak di dalam dan sekitar Santiago, ribuan orang keluar ke jalanan. Namun, kerusakan terbesar terjadi di Conception, di mana sebuah bangunan berlantai 15 ambruk, rumah-rumah hancur, dan jembatan hancur. Cerita-cerita tentang kerusakan di kawasan pesisir yang dihantam oleh gelombang tsunami juga mulai muncul ke permukaan. Di desa pantai kuno Constitucion saja telah ditemukan lebih dari 300 jenazah. Walikota Constitucion mengatakan kota tepi laut dan kota pusat telah "benar-benar hancur." Di pelabuhan Talcahuano, lebih dari 20 kapal tersapu oleh gelombang ke pantai dan terdampar di jalan-jalan. Di pulau Juan Fernandez , kehancuran bahkan lebih jelas dengan laporan yang belum dikonfirmasi diperkirakan gelombang yang lebih tinggi dari 130 kaki, menurut laporan Reuters. Bantuan Tiba Bantuan sekarang mulai mengalir ke Chili. Di Jenewa, Elisabeth Byrs, juru bicara kantor koordinasi kemanusiaan PBB (OCHA), mengatakan kepada Newswires bahwa Chili telah meminta bantuan dan persediaan fasilitas-fasilitas prioritas. Daftar tersebut termasuk rumah sakit lapangan dengan fasilitas bedah, jembatan bergerak, peralatan komunikasi, dapur, serta penilaian bencana dan tim koordinasi. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan dia telah membawa 20 telepon satelit dan seorang teknisi bersama dengannya ketika ia mengunjungi daerah itu minggu ini. Mrs. Clinton mengatakan itu adalah apa yang pihak berwenang Chili minta, tapi para pejabat telah memastikan bahwa mereka mengatur sebuah rumah sakit lapangan dan sistem pemurnian air, yang juga telah diminta. Komisi Eropa telah mengirim misi penilaian untuk menentukan kebutuhan khusus, tetapi telah menyetujui bantuan darurat € 3 juta (AS $ 4,1 juta) untuk Chili. Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith menerima permintaan resmi bantuan untuk Chili dari duta besar Chili. Australia akan memberikan AS $ 900.000 dalam bantuan darurat dan selanjutnya AS $ 3,6 juta dalam bantuan rekonstruksi, ia mengatakan dalam sebuah pernyataan. Mr. Smith mengatakan Australia juga menilai apakah akan mengirim tim insinyur struktural untuk melakukan penilaian kerusakan pada bangunan-bangunan umum dan infrastruktur yang terkena dampak gempa bumi. Mereka juga akan memberikan bantuan darurat, termasuk generator portabel untuk memberikan listrik dan pencahayaan untuk masyarakat yang terkena dampak. (Epoch Times/dia) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Diganjar Penjara Seumur Hidup, Patek : Saya Mohon Maaf
- Takut Gempa Susulan Ribuan Warga Italia Mengungsi
- Chen Guangcheng Tiba di Amerika Serikat
- Pakistan Blokir Twitter
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Jatuhnya Sukhoi "Human Error," Kegagalan Teknis atau Faktor Cuaca?
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu





Mozilla Firefox