Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Turki Protes Keputusan Parlemen Swedia Soal Genosida
Turki Protes Keputusan Parlemen Swedia Soal Genosida
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 12 Maret 2010

Ankara - Kementerian luar negeri Turki , Jumat (12/3) memanggil duta besar Swedia untuk memprotes keputusan parlemen Swedia yang mengakui pembunuhan terhadap warga Armenia oleh pasukan Turki Ottoman sebagai genosida, kata seorang diplomat.

"Kami menyampaikan protes kami kepada pihak Swedia," kata diplomat yang tidak bersedia namanya disebutkan itu kepada AFP setelah duta besar Christer Asp bertemu dengan wakil menteri luar negeri.

Asp dalam satu pernyataan di televisi setelah pertemuan itu mengatakan bahwa pemerintahnya yakin sejarah itu harus diserahkan kepada para ahli sejarah dan berikrar akan mempertahankan hubungan "persahabatan yang kuat" dengan Turki.

Pada hari Kamis, parlemen Swedia memutuskan, bertentangan dengan anjuran pemerintah, mengakui "genosida terhadap warga Armenia" dan kelompok-kelompok etnik lainnya selama "Ottoman Empire" (Kekhalifahan Osmaniah) , dalam satu tindakan memicu kemarahan Turki.

Ankara segera mengecam keputusan itu,memanggil pulang duta besarnya untuk Stokholm dan membatalkan kunjungan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan ke Swedia pekan depan untuk satu pertemuan puncak antara kedua negara.

"Rakyat dan pemerintah kami menolak keputusan yang salah besar dan tanpa dasar itu," kata sebuah pernyataan dari kantor Erdogan.

Dalam komentar-komentar yang disiarkan surat-surat kabar, Jumat, duta besar Turki untuk Stokholm , Zergun Koruturk , menyebut keputusan itu merusak "hubungan yang sangat baik" yang menurutnya telah memajukan satu kemitraan yang stragis.

"Tidak akan mudah memperbaiki kehancuran itu," kata Koruturk, yang diperkirakan akan pulang ke Turki , Jumat.

Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt setelah keputusan itu mengumumkan bahwa itu adalah satu "kesalahan mempolitisasi sejarah" dan berikrar bahwa sikap pemerintah tetap berubah.

Swedia adalah termasuk di antara beberapa negara yang secara terbuka mendukung usaha Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu diperkirakan akan bertemu dengan Bildt, Jumat atau Sabtu di sela-sela satu pertemuan tidak resmi Eropa di Finlandia. kata satu sumber diplomatik.

Keputusan Swedia itu terjadi seminggu setelah Kongres AS menyetujui satu resolusi yang sama, yang membuat Ankara memanggil pulang duta besarnya untuk AS..

Armenia mengatakan sekitar 1.5 juta warga mereka tewas dalam aksi pembunuhan yang sistematis dalam Perang Dunia ketika Kekhalifahan Osmaniah-- pendahulu Turki -- jatuh.

Turki membantah keras melakukan genosida itu dan mengatakan orang-rang yang tewas itu adalah akibat percekcokan sipil selama perang itu dan jumlahnya sengaja digelembungkan.(ant/sys)