| Bencana Alam Semesta Menjelaskan Terhentinya Pertumbuhan Galaksi |
| Ditulis oleh Erabaru News/DM | Sabtu, 13 Maret 2010 |
|
Mereka meyakini hal ini dapat menjelaskan mengapa galaksi-galaksi raksasa yang awalnya menyerupai Galaksi Bima Sakti tidak meluas setelah terbentuk. Tim dari Durham Universitas, mengamati galaksi raksasa, yang diberi nama SMM JI237+6203 itu, karena hanya akan muncul tiga milyar tahun setelah Big Bang saat alam semesta berusia seperempat dari usia sekarang. Menurut temuan mereka, galaksi tersebut meledak dalam serangkaian ledakan yang mememiliki kekuatan triliunan kali bom atom. Ledakan itu terjadi setiap detik selama jutaan tahun, ujar para ilmuwan. Ledakan-ledakan itu mencerai-beraikan gas yang dibutuhkan dalam pembentukan bintang baru dengan membantunya melepas tarikan gravitasi, yang secara efektif mengatur pengembangannya. Mereka meyakini gelombang energi besar akibat puing ledakan dari lubang hitam pada galaksi atau angin badai kuat telah membentuk bintang warna-warni yang disebut supernova. Seperti dilansir Daily Mail, penelitian ini didanai oleh Royal Society dan Royal Astronomical Society, yang diterbitkan dalam Monthly Notice of the Royal Astronomical Society. Observasi atas galaksi tersebut, dalam arah gugusan Bintang Biduk, yang dilakukan dengan menggunakan Observatorium Gemini di Bumi. Tim Durham berharap temuan itu dapat meningkatkan pemahaman tentang pembentukan dan perkembangan galaksi. Dr. Dave Alexander dari Durham Universitas, mengatakan, “Kami sedang meneliti peristiwa masa lampau dan melihat peristiwa bencana yang secara esensial membentuk bintang dan menghentikan perkembangan galaksi raksasa dalam alam semesta. “Secara efektif galaksi tersebut sedang mengatur pertumbuhannya dengan mencegah lahirnya bintang-bintang baru. Sejumlah teoritikus meramalkan bahwa energi dari ledakan dahsyat itu berada di balik peristiwa tersebut, namun hanya kali ini kita melihat kejadiannya.” “Kami meyakini beberapa ledakan dahsyat serupa cenderung menghentikan perkembangan galaksi-galaksi lain dalam alam semesta awal dengan mencerai-beraikan berbagai material yang diperlukan dalam pembentukan bintang.” Tim Durham kini berencana mempelajari berbagai bintang besar lain pembentuk galaksi pada alam semesta awal untuk meneliti apakah mereka menampilkan karakteristik serupa. (Erabaru/DM/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Diganjar Penjara Seumur Hidup, Patek : Saya Mohon Maaf
- Takut Gempa Susulan Ribuan Warga Italia Mengungsi
- Chen Guangcheng Tiba di Amerika Serikat
- Pakistan Blokir Twitter
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Jatuhnya Sukhoi "Human Error," Kegagalan Teknis atau Faktor Cuaca?
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu

Sebuah ‘peristiwa bencana’ telah menghentikan kelahiran bintang baru dalam galaksi 10 milyar tahun yang lalu, ungakap sejumlah ilmuwan, Rabu (10/3) lalu.


Mozilla Firefox