Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Senator: Obama Harus Bergerak Cepat Soal ASEAN
Senator: Obama Harus Bergerak Cepat Soal ASEAN
Ditulis oleh Era Baru News Kamis, 26 Agustus 2010

Washington - Seorang senator AS senior pada Rabu (25/8) mendesak Presiden AS Barack Obama untuk secepatnya memutuskan duta besar (dubes) untuk ASEAN, karena ia khawatir kekosongan posisi akan melemahkan pembangunan hubungan dengan Asia Tenggara.

Senator Richard Lugar, seorang partai Republik senior dalam Komite Hubungan Luar Negeri, cemas dubes baru bisa ditempatkan tahun depan, sehingga kesempatan akan kehilangan untuk turut serta dalam KTT AS-ASEAN, yang dijadwalkan pada beberapa bulan ke depan.

Mantan presiden AS George W. Bush memilih veteran Scot Marciel sebagai dubes pertama AS untuk ASEAN pada 2008. Obama baru-baru ini memutuskan Marciel untuk menjadi dubes AS untuk Indonesia, yang merupakan prioritas utama bagi pemerintahnya.

"Sangat disayangkan AS telah menunda pemilihan penerusnya untuk menjadi dubes pertama ASEAN. Saya mendorong Anda untuk bergerak cepat," tulis Lugar dalam surat kepada Obama.

Lugar memaparkan bahwa kesepuluh negara ASEAN merupakan tujuan ekspor keempat terbesar AS.

Kabinet Obama telah berulang kali menyatakan akan meningkatkan hubungan dengan Asia Tenggara dan berjanji untuk ikut serta dalam pertemuan ASEAN, dan menuduh pemerintah mantan presiden George W. Bush telah menelantarkan kawasan tersebut karena kesibukan terhadap Irak dan Afghanistan.

Tetapi Ernie Bower, seorang pakar Asia Tenggara dari "the Center for Strategic and International Studies", menyalahkan absennya AS karena pertemuan menteri perdagangan ASEAN di Vietnam pada pekan ini.

Bower menyalahkan politik domestik. Obama berjuang untuk menyetujui sebuah kebijakan perdagangan dengan anggota dari partainya sendiri, Demokrat, di tengah ekonomi yang lemah yang menyebabkan kesulitan politik.

Bower mengatakan ketika AS sedang mendorong kerja sama diplomasi dan keamanan, pakar perdagangan mereka, beberapa yang berpengalaman dengan administrasi Asia Tenggara, secara esensi jadi beku karena menunggu kebijakan dan keputusan politik untuk mengembalikan kepemimpinan perdagangan AS dalam perundingan.(ant/snd)