| Misi Penyelamatan Solo Jimmy Carter ke Korut |
| Ditulis oleh Oleg: Jack Phillips & Jasper Fakkert | Jumat, 27 Agustus 2010 |
|
Misi Carter adalah untuk menyelamatkan seorang warga Amerika yang dipenjarakan. Misi ini serupa seperti yang dilakukan mantan presiden Bill Clinton tahun lalu. Saat itu Bill berusaha memperoleh pembebasan dua wartawan Amerika yang ditangkap oleh rezim Korut. Carter sedang meminta pembebasan Ayalon Mahli Gomes (30 th). Gomes adalah seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di Korea Selatan pada saat itu. Ia menyeberang ke Korea Utara dari China pada bulan Februari, dan kemudian ditangkap. Gomes dihukum delapan tahun di kamp kerja paksa dan diberikan denda sekitar 700.000 Dollar AS. Rezim diktator Korut menuduhnya mempunyai niat tak bersahabat. Pejabat Departemen Luar Negeri AS menyatakan di depan umum bahwa kunjungan Carter merupakan urusan pribadi, upaya kemanusiaan. "Saya tidak akan memberikan komentar tentang apa pun yang bisa berdampak negatif pada setiap misi kemanusiaan pribadi yang mungkin terjadi. Mungkin akan ada informasi lebih lanjut tentang masalah ini suatu saat nanti," kata Deputi Sekretaris Pers Bill Burton ketika ditanya oleh media pada hari Rabu (25/8). Ini bukanlah pertama kali mantan presiden secara independen pergi ke Korea Utara. Pada 1994, Carter memutuskan sendiri untuk mengunjungi negara itu dan secara sepihak merundingkan kesepakatan mengenai masalah nuklir. "Carter mungkin tergoda lagi untuk pergi ke Korut dan memaksakan pandangannya sendiri tentang kebijakan AS," tulis Bruce Klingner, mantan Kepala CIA Cabang Korea, dalam sebuah analisis untuk Heritage Foundation di mana dia adalah seorang rekan peneliti senior. Dituliskan lagi bahwa visi Carter untuk menyelesaikan ketegangan saat ini akan berseberangan dengan dua jalur kebijakan Amerika Serikat saat ini. Kebijakan Amerika ini meliputi pemberian tekanan dan negosiasi untuk membujuk Korea Utara kembali memenuhi komitmen denuklirisasi seperti sebelumnya. Tahun lalu, mantan Presiden Bill Clinton mengunjungi bangsa terisolasi itu. Ia berhasil mengusahakan pembebasan dua wartawan Amerika yang dipenjara Euna Lee dan Laura Ling. Menurut Klinger, China diperkirakan akan menggunakan pertemuan Carter di Pyongyang untuk mengatakan bahwa Korea Utara bersedia melanjutkan negosiasi nuklir yang terhenti. "Utusan nuklir Cina, Wu Dawei sedang mengunjungi Seoul dan Tokyo minggu ini. Mereka berusaha kembali menjajakan klaim 'kemajuan' dengan Pyongyang. Selain itu, mereka berusaha membahas cara-cara untuk melanjutkan pembicaraan enam pihak. Oleh karena itu Beijing akan menentang setiap tindakan hukuman AS terbaru. Bahkan, Beijing kemungkinan menyokong untuk tidak mempedulikan sanksi internasional yang dikenakan terhadap Pyongyang karena berulang kali melanggar resolusi PBB," tulis Klinger. (EpochTimes/sri) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

AS - Mantan presiden AS, Jimmy Carter, mendarat di Korea Utara pada Rabu (25/8). Ia disambut oleh wakil menteri luar negeri Korea Utara, Km Kye-Gwan yang juga merupakan perwakilan nuklir Korea dan seorang gadis muda bersyal merah yang memberikannya bunga.





Mozilla Firefox