| Dokter Tewas di Cerobong Asap |
| Ditulis oleh Erabaru News | Rabu, 01 September 2010 |
|
Mebourne - Seorang dokter yang terlibat hubungan "putus-nyambung" dengan pacarnya, nampaknya berusaha memaksa masuk ke rumah pacarnya dengan menuruni cerobong asap. Demikian diungkapkan polisi setempat pada Selasa (31/8). Mayatnya yang mulai membusuk, ditemukan tiga hari kemudian.
Seperti dilaporkan Australia, Dr. Jacquelyn Kotarac (49) mula-mula berusaha memasuki rumah itu dengan menggunakan sekop, lalu memanjat tangga ke atap pada Rabu malam lalu (25/8). "Ia kemudian mengangkat penutup cerobong dan merosot menuruni cerobong tersebut dengan kaki lebih dulu," kata Sersan Polisi Mary DeGeare dari Bakersfield. Sewaktu ia berusaha turun, pria yang ia kejar melarikan diri tanpa diketahui dari pintu lain untuk menghindari percekcokan. DeGeare mengatakan pasangan itu memiliki hubungan yang "putus-nyambung." Identitas pria tersebut tak diungkapkan oleh polisi, tapi pria yang tinggal di rumah tersebut adalah di William Moodie (58). "Ia melakukan kesalahan yang tak terbayangkan dalam melakukan penilaian dan tak seorang pun mengerti mengapa, dan sayangnya ia sudah meninggal," kata Moodie kepada The Associated Press. "Ia punya masalah, ia menghadapinya dengan jujur, tapi saya tak akan pernah melupakannya " kata Moodie. Ketika dihubungi melalui telefon, Moodie tak membantah gambaran polisi mengenai hubungannya dengan Kotarac. Ia tak bersedia mengomentari kondisi yang mengakibatkan kematian pacarnya. Ia hanya mengatakan lebih penting untuk memusatkan perhatian pada kebaikan yang Kotarac lakukan dalam hidupnya. Moodie, yang mengelola perusahaan konsultan rekayasa, mengatakan Kotarac adalah dokter yang luar biasa yang sering memberi layanan dan pengobatan gratis buat pasiennya. Kotarac diduga meninggal di cerobong itu, tapi mayatnya baru ditemukan setelah seorang pengurus rumah, ketika mencium adanya bau busuk dan cairan yang berasal dari tungku pada Sabtu (28/8). Pengurus rumah dan putranya menyelidiki dengan menggunakan senter dan menemukan Kotarac sudah meninggal, dan terjepit sekitar 0,61 meter dari atas bagian dalam tungku. "Petugas pemadam memerlukan waktu lima jam pada Sabtu larut malam untuk membongkar cerobong tersebut uguna mengeluarkan mayat Kotarac," kata DeGeare. Beberapa pejabat mengatakan staf kantor Kotarac melaporkan atasannya hilang dua hari sebelumnya, ketika ia tak muncul ke tempat kerja. Mobil dan barang-baran miliknya tetap berada di dekat rumah Moodie. Penyebab kematian Kotarac belum dipastikan, dan otopsi dijadwalkan
dilakukan Selasa waktu setempat. Tak ada dugaan mengenai aksi kejahatan,
kendati para penyelidik telah meneliti kecelakaan itu sebagai peristiwa
yang mencurigakan. (ant/sys) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Berlian Dibalik Kabut Percandian Muarajambi
- Rudal AS Tewaskan Tokoh al-Qaeda Pakistan
- Tentara Suriah Lancarkan Serangan Besar-besaran
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Mengatasi Polusi Timbal dengan Jamur
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Cerita Tentang Einstein
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi







Mozilla Firefox