| Hari ke-13 Aksi Mogok Buruh Afrika Selatan |
| Ditulis oleh Oleh: Marco't Hoen | Kamis, 02 September 2010 |
|
"Hal ini biasa, orang miskin yang menderita. Kita tidak bisa membiarkan pemogokan terus berlanjut," kata Zuma menurut laporan Reuters. Sejak awal pemogokan pemerintah belum merubah penawarannya dari kenaikan gaji 7 persen dan 700 rand (75 Dollar AS) tunjangan perumahan. Zuma mendesak kedua pihak untuk mendapatkan penyelesaian dan mengutamakan kepentingan negara. Pemerintah tidak memberikan indikasi apakah akan mengubah upah yang ditawarkan sebelum pertemuan pukul 6 sore. Pemogokan oleh 1,3 juta pekerja pemerintah Afrika Selatan telah sangat mempengaruhi pelayanan publik di negara itu, yang paling parah mempengaruhi negara miskin tersebut. Salah satu masalah yang paling mendesak adalah perawatan rumah sakit. Personil militer telah dikerahkan di rumah sakit yang lebih besar dan relawan juga menggantikan dokter dan perawat yang mogok, namun jumlah tenaga medis tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien di beberapa pusat pengobatan. Pasien dengan penyakit menular seperti tuberkulosis telah dikirim pulang dan beberapa wanita hamil harus menempuh perjalanan jauh untuk mencari tempat melahirkan di klinik-klinik yang kelebihan kapasitas dimana mereka bisa melahirkan di lantai atau di mobil di luar rumah sakit. "Saya sangat marah, mogok masih terus berlanjut. Kami adalah korbannya," seorang ibu yang barusia 30 tahun panggil saja Katlego, kata wartawan Belanda. Katlego baru saja melahirkan seorang putri yang sehat setelah melakukan perjalanan 75 mil ke klinik. Beberapa petugas rumah sakit yang terus bekerja dalam menentang pemogokan telah diintimidasi dan dihalangi untuk memasuki pusat pengobatan oleh mereka yang mogok diluar. Menteri Kesehatan Afrika Selatan Harun Motsoalaedi, 10 hari yang lalu, menyebut gangguan rumah sakit ini sebagai 'pembunuhan,' menurut South African News 24. Serikat buruh meminta kenaikan upah 8,6 persen dan tunjangan perumahan 1.000 rand (136 Dollar AS). Pemerintah telah menawarkan mereka kenaikan 7 persen dan 700 rand (75 Dollar AS) tunjangan perumahan. Pemogokan juga menutup sekolah dan pejabat Pengadilan Tinggi di Cape Town melaporkan bahwa pengadilan pidana harus ditunda karena interpreter berpartisipasi dalam pemogokan. Presiden Jacob Zuma kembali pada hari Jumat dari perjalanan ke China hanya untuk menghadapi kritikan keras dari Kongres Serikat Buruh Afrika Selatan (COSATU), serikat utama, dan serikat pekerja lain yang mengajukan pertanyaan tentang kemampuannya untuk memimpin negara. Zuma memenangkan pemilu dengan dukungan COSATU dan banyak suara dari warga miskin Afrika Selatan dengan janji-janji akan kekayaan dan kesejahteraan yang lebih baik lagi. (Epoch Times/dia) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Pejabat pemerintah Afrika Selatan bertemu dengan serikat pekerja yang sedak mogok kemarin setelah Presiden Jacob Zuma menyerukan perundingan lebih lanjut dalam upaya untuk mengakhiri pemogokan nasional, di hari ke-13 pada Senin (30/8).





Mozilla Firefox