Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Filipina Mulai Berantas Korupsi di Birokrat
Filipina Mulai Berantas Korupsi di Birokrat
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 03 September 2010

Manila - Filipina melaporkan kasus korupsi, pada Kamis (2/9) terhadap lima karyawan Biro Bea Cukai karena membantu importer beras menghindari pajak. Pertama kali pemerintah baru melaporkan tuduhan-tuduhan seperti itu terhadap para karyawan pemerintah.

Pemerintah Presiden Benigno Aquino yang baru berumur dua bulan itu telah melaporkan satu kasus sepekan lalu terhadap para pengelak pajak dan penyelundupan sebagai bagian dari janjinya untuk mengurangi defisit anggaran dengan memberantas korupsi dan penyelewengan.

"Kami ingin mengirim satu peringatan kuat kepada para karyawan kami bahwa tindak kejahatan yang cenderung dilakukan para petugas yang dituduh bersekongkol dengan para penyelundup adalah sama dengan kejahatan yang cenderung dilakukan para perantara dan penerima barang," kata Lito Alvarez, kepala biro bea cukai.

Menurutnya para karyawan ini telah melakukan pekerjaaan mereka dan mengorbankan pengiriman beras yang menguntungkan pemerintah.

"kami mendapat keuntungan sekitar 400 juta peso (8,8 juta dolar dari penjualan komoditi yang disita itu," tambah Alvarez.

Sejak Januari sampai Mei tahun ini Alvarez mengatakan importer gandum "Point Given Marketing" mendatangkan hampir 800 petikems yang dinyatakannya berisikan barang-barang bebas bea, tetapi kami menemukan berisi beras dari Vietnam.

Kendatipun beras kena pajak 50 persen dan pajak penjualan 12 persen, Alvarez memperkirakan pemerintah menderita kerugian sekitar 200 juta peso dalam pajak. Sekitar 400 juta peso kehilangan dari kemungkinan penjualan komoditi yang disita.

Menteri Keuangan Cesar Purisima mengatakan tindakan terhadap para pengelak pajak dan penyelundup dapat dilunasi setelah biro bea cukai mentargetkan pengumpulan pajak yang tinggi dalam 23 bulan Juli kendatipun volume pengiriman barang lebih rendah.

Biro bea cukai mengumupulkan target 280 miliar peso pada 2010. (ant/snd)