Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Gurita Kelabui Predator dengan Penyamaran
Gurita Kelabui Predator dengan Penyamaran
Ditulis oleh Oleh: Pamela Rutherford - BBC News Sabtu, 04 September 2010

Gurita Indonesia memiliki kemampuan luar biasa untuk menghindari serangan predator dengan menyamar sebagai ikan beracun atau ular laut pada habitatnya.

Sebuah studi yang meneliti DNA-nya telah menguraikan, mengapa kemampuan ini berkembang.

Dilihat ke belakang, penyamaran binatang seringkali menggunakan strategi penuh resiko karena membuat dirinya lebih kentara bagi para predator.

Para ilmuwan yakin, perilaku berkembang untuk menakut-nakuti hewan lain.

Gurita Indonesia (Thaumoctopus mimicus) mampu meloloskan diri dari hewan-hewan lain tetangga terdekatnya, telah dijelaskan pertama kalinya pada 1998.

Dengan kepala dan kaki-kakinya yang pipih, dan tubuh berbaur warna cokelat-putih serta meniru tekhnik berenang mimicus T, hewan ini dapat mengelabui para predator, menurut laporan BBC News.

Ini merupakan strategi pertahanan yang beresiko tinggi dan sangat langka, sehingga para ilmuwan dari California Academy of Sciences and Conservation International Indonesia, sangat antusias mempelajari bagaimana kemampuannya berevolusi serta bagaimana mereka menggunakannya.

Dr. Christine Huffard dari Conservation International Indonesia adalah salah satu penulis penelitian yang telah diterbitkan dalam Jurnal Biological Society Linnean.

"Keluarga terdekat mimicus T menggunakan warna loreng dan kamuflase untuk menghindari para predator," ujarnya.

Dengan menganalisa DNA para peneliti menetapkan, ciri-ciri berbeda yang muncul dalam garis keturunan nenek moyangnya, cokelat-putih serta kemampuannya berenang seperti ikan pipih dengan menggunakan ke delapan kaki panjangnya.

Para peneliti yakin bahwa ketrampilan penyamarannya ini telah menguntungkan karena dapat mengelabui para predator.

Dr. Healy Hamilton adalah Direktur Pusat Keanekaragaman Informatika Hayati pada Akademi Ilmu Pengetahuan California.

"Penyamaran gurita sebagai ikan pipih masih jauh dari sempurna, mungkin saja hanya cukup untuk mengelabui para predator pada habitatnya... Selama waktu yang diperlukan para predator untuk lebih memperhatikannya, gurita itu mungkin sudah dapat meloloskan diri," ujarnya. (Erabaru/BBC/sua)