Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Dokumen Rahasia Inggris Ungkap Komplotan Racun Nazi
Dokumen Rahasia Inggris Ungkap Komplotan Racun Nazi
Ditulis oleh Peter Simmons Kamis, 07 April 2011

alt

Mungkin para pembunuh Jerman dipersenjatai dengan aspirin, rokok, dan kopi beracun diterjunkan di garis belakang sekutu menjelang akhir Perang Dunia II, menurut dokumen yang dirilis oleh Dinas Keamanan Inggris, MI5, pada 4 April.

Dokumen tersebut adalah kumpulan laporan interogasi, laporan lapangan, dan korespondensi, beberapa tulisan tangan, dari November 1944 sampai akhir Agustus 1945, berjudul "Penggunaan Racun oleh Dinas Sabotase Jerman."

Cara kerja operasi subversi direncanakan oleh unit khusus jasa keamanan Nazi lebih lanjut terungkap saat sebuah unit dari empat agen Jerman ditangkap di wilayah sekutu di Perancis setelah pesawat mereka ditembak jatuh.

Menurut salah satu dokumen, laporan rahasia dari Gudang Perang Kontraintelejen London 2 April 1945 taktik teroris adalah upaya penyingkiran terakhir oleh Nazi di saat akhir perang.

"Sampai awal 1944 tidak ada indikasi bahwa Dinas Sabotase Jerman tertarik akan operasi teroris," menurut laporan terbaru yang dikeluarkan dari daftar rahasia. "Upaya anti-personil pertama yang diketahui adalah dari agen Amt VI di Italia yang dikirim ke Anzio Maret 1944 dengan misi membunuh Jenderal Clark dan Alexander. Sejak itu telah ada kecenderungan peningkatan pembunuhan dan terorisme, sampai saat ini adalah salah satu fungsi normal dari agen sabotase. "

Penggunaan racun sebagai alat bunuh diri dalam hal penangkapan sudah dikenal luas oleh pasukan sekutu, yang telah meyebutkan korek api yang akan melepaskan sianida. Namun agen yang ditangkap dari pesawat B17 mengatakan kepada interogator MI5 bahwa mereka telah dipersenjatai dengan racun lain, "bukan asam hidrosianik biasa, yang beberapa bulan terakhir menjadi perlengkapan agen untuk bunuh diri setelah ditangkap."

Mereka mengatakan bahwa mereka memiliki tabung aspirin Bayer dengan racun di dalamnya. "Hanya satu atau dua tablet mengandung racun; para agen diberitahu sebelum mereka berangkat ke sebuah misi," menurut dokumen itu, sekarang tersedia di Arsip Nasional. "Rokok khusus telah disiapkan, yang mana jika merokok, menyebabkan sakit kepala, sehingga memberikan alasan bagi agen untuk menawarkan tablet aspirin beracun."

Para agen mengklaim bahwa metode ini telah dipersiapkan untuk target perjalanan kereta api, meskipun salah satu agen ditangkap, Anna Marguerite Prelogar, mengakui itu "aneh."

Dokumen tersebut juga mengatakan tentang butiran racun dari zat yang tidak diketahui dengan diameter sekitar 1 mm (0,04 inci), yang akan menguap di bawah panas dari korek api atau rokok. "Butiran ini juga dapat ditempatkan dalam asbak, panas rokok atau cerutu yang bersentuhan dalam asbak akan menyebabkan butiran racun menguap, uap tersebut membunuh siapa pun di dekatnya."

Inovasi lain yang dijelaskan dalam satu laporan MI5 adalah serbuk kaca diresapi racun yang dirancang untuk ditempatkan pada pegangan pintu, buku, dan meja.

Bubuk lain yang dapat digunakan "misalnya oleh pelayan" untuk menyebarkan debu di kamar, menyebabkan kematian jika tertelan tetapi tidak terhirup.

Menurut laporan, satu agen khusus dalam penggunaan racun coklat tertentu.

"Cerita di atas tampak agak fantastis dan mungkin bahwa agen tersebut mempersiapkannya bersama-sama untuk membuat diri mereka menarik. Di sisi lain, keduanya menjelaskan racun ini cukup spontan," menurut laporan tersebut.

Secara terpisah diterbitkan di Arsip Nasional adalah dokumen yang mengungkapkan kesalahan besar misi unit sabotase. Dalam satu waktu, perahu-U Jerman yang mengantarkan agen ke Amerika Serikat kandas di Long Island. Misi lain yang diungkap adalah ketika salah satu penyabotase mabuk sebelum meninggalkan Paris dan menyatakan dirinya sebagai agen.

Menurut dokumen, petugas MI5 yang dikirim ke AS diberikan pengarahan singkat diatas perahu-U yang mengalami insiden berkata, "Itu hanya karena kemalasan atau kebodohan penjaga pantai Amerika sehingga kapal selam ini tidak diserang oleh pasukan Amerika."

Laporan ini berisi daftar pelatihan calon pasukan Jerman yang diterima di "Sekolah Sabotase," yang mencakup pengungkapkan dan penggunaan "tinta rahasia." Para penyabot diperintahkan untuk "tidak percaya pada siapapun dan membunuh setiap orang yang menjadi pengkhianat" dan diberi tahu bahwa "pengkhianatan apapun harus dimunashkan secara paksa." (EpochTimes/dia)