Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Putra Mahkota UAE Bertemu di Gedung Putih
Putra Mahkota UAE Bertemu di Gedung Putih
Ditulis oleh Erabaru News Rabu, 27 April 2011

altWashington  - Presiden AS Barack Obama mengadakan apa yang digambarkan oleh Gedung Putih sebagai pembicaraan produktif yang berskala luas dengan putra mahkota Uni Emirat Arab (UAE) pada Selasa (26/4), tapi tak banyak perincian mengenai pembahasan mereka diungkapkan.


UAE telah termasuk di antara negara Teluk yang berusaha merundingkan peralihan kekuasaan secara mulus di Yaman setelah tiga kerusuhan melanda negara Ratu Saba itu.

Obama juga sedang berusaha membujuk negara penghasil minyak di dunia untuk membantu meringankan lonjakan harga bahan bakar --yang membuat dia menghadapi tekanan politik di dalam negeri.

Menurut satu pernyataan Gedung Putih, Obama dan Putra Mahkota Mohammed bin Zayed An Nahyan menekankan hubungan kuat antara kedua negara mereka dan pentingnya konsultasi erat yang terus berlanjut.

"Kedua pemimpin tersebut mengadakan pembahasan yang produktif dan berskala luas, yang dipusatkan pada kepentingan strategis bersama kami di wilayah itu," demikian isi pernyataan tersebut.

Pertemuan itu, di Oval Office, tertutup buat wartawan dan keduanya tak memberi pernyataan terbuka, kendati juru foto diperkenankan masuk ke ruang tersebut selama beberapa saat untuk melihat putra mahkota dan presiden AS itu berbicara dengan tenang.

UAE, pengekspor minyak dan mitra strategis AS, dan Qatar adalah dua negara Arab yang mengirim pesawat tempur untuk operasi di Libya, tempat pasukan Muamar Gaddafi sedang memerangi pemberontak --yang didukung Barat.

Departemen Luar Negeri AS menyebutkan UAE adalah pasar tunggal ekspor terbesar AS di Timur Tengah dan penampung lebih banyak kapal Angkatan Laut Amerika dibandingkan dengan pelabuhan lain mana pun di luar Amerika.

Obama telah membahas kerusuhan di seluruh Timur Tengah dan dunai Arab --kepentingan utama kebijakan luar negeri AS-- dalam semua pembicaraannya baru-baru ini dan percakapan telefon dengan para pemimpin regional.

Pembicaraan Selasa dilakukan saat negara anggota NATO berusaha melindungi warga sipil Libya dari pasukan Gaddafi, sementara pemerintah Suriah melakukan tindakan keras guna memadamkan protes oposisi dan proses perdamaian Israel-Palestina macet.(ant/top)