Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Baku Tembak Thailand Kamboja Kembali Pecah
Baku Tembak Thailand Kamboja Kembali Pecah
Ditulis oleh Era Baru News Kamis, 28 April 2011

Phnom Penh - Baku tembak antara pasukan Kamboja dan Thailand kembali pecah di daerah perbatasan di candi Ta Moan dan Ta Krabei di provinsi Oddar Meanchey pada Kamis (28/4) pagi, kata seorang komandan militer lapangan.

"Pertempuran mulai lagi pada pagi ini sekitar pukul 03:50 waktu setempat di dua kuil itu, tentara Thailand pemicu serangan pertama," kata Suos Sothea, wakil komandan unit artileri melalui telepon dari medan pertempuran.

Pertempuran itu menandai tujuh hari berturut-turut bentrokan bersenjata antara pasukan kedua negara.

Tidak segera ada korban yang bisa diketahui pada pertempuran Kamis pagi itu.

Pada hari keenam bentrokan menewaskan delapan tentara Kamboja dan lima tentara Thailand, dan seorang warga sipil Thailand.

Perbatasan antara Thailand dan Kamboja belum pernah benar-benar dibatasi hingga kini.

Candi Preah Vihear Kamboja adalah candi yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia pada 7 Juli 2008. Tapi Thailand mengklaim kepemilikan areal seluas 4,6 kilometer persegi (1,8 mil persegi) di semak-semak di samping candi kuno itu.

Hanya sepekan setelah pendaftaran itu, Kamboja dan Thailand terlibat konflik perbatasan, memicu pembangunan militer di sepanjang perbatasan mereka, dan bentrokan berkala antara tentara Kamboja dan Thailand telah mengakibatkan kematian sejumlah serdadu dari kedua pihak.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen Rabu mengimbau Indonesia untuk mengirimkan para pengamat ke pihak Kamboja untuk memantau dan menjamin gencatan senjata permanen di daerah sengketa, kendati ada ketidaksetujuan Thailand.

"Saya imbau kepada Indonesia, selaku ketua ASEAN saat ini, untuk mengirim pengamat ke sisi Kamboja meskipun ada ketidaksetujuan dari Thailand," kata Hun Sen dalam pernyataan selama konferensi Perhimpunan Perempuan Kamboja untuk Perdamaian dan Pembangunan.

Menteri luar negeri Thailand dan Kamboja sepakat pada Februari untuk menerima pengamat Indonesia ditempatkan di sepanjang perbatasan bersama mereka, untuk memantau gencatan senjata.

Tetapi militer Thailand bersikeras masalah itu dapat diselesaikan secara bilateral dan menolak keterlibatan Indonesia, ketua Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) saat ini.

Pasukan Kamboja dan Thailand terlibat bentrokan selama tujuh hari berlangsung dari 22-28 April di candi abad ke 13 Ta Moan dan Ta Krabei di provinsi Meanchey Oddar dan juga pada candi abad ke 11 Preah Vihear, yang diakui sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO.(ant/waa)