Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Obama dan Cameron: Tingkatkan Tekanan pada Gadhapi
Obama dan Cameron: Tingkatkan Tekanan pada Gadhapi
Ditulis oleh Alex Johnston Jumat, 27 May 2011

alt

Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengatakan pada Rabu (25/5) bahwa mereka ingin meningkatkan tekanan pada Libya dan orang kuatnya, Moammar Gadhafi.

"Saya pikir bahwa kami telah membuat kemajuan besar di Libya. Kami telah menyelamatkan kehidupan sebagai akibat tindakan bersama kami," kata Obama pada konferensi pers yang diadakan di kediaman Perdana Menteri Inggris.

Presiden mengakui bahwa misi NATO di Libya telah membuat kemajuan tetapi menambahkan bahwa tidak akan ada misi untuk mencoba dan menggulingkan Gadhafi.

"Saya sangat setuju bahwa dengan kemajuan yang telah dicapai selama beberapa minggu terakhir, bahwa Gadhafi dan rezimnya perlu memahami bahwa tekanan yang kita terapkan tidak akan mereda," tambah Obama.

Obama tidak mengatakan bahwa AS akan mengerahkan pasukan atau menggunakan sumber daya militer di Libya, dan mengatakan bahwa tujuan akhir dari misi NATO adalah memberikan hak untuk memilih bagi rakyat negara itu apakah mereka menginginkan Gadhafi atau bentuk pemerintahan yang berbeda.

Cameron setuju dengan Obama "bahwa kita harus meningkatkan tekanan di Libya" dan mengatakan Afrika Utara dan Timur Tengah memiliki " sekali kesempatan dalam generasinya untuk mencengkeram."

Namun, Obama juga mencatat bahwa konflik di Libya dan aksi militer yang mengiringi mungkin memerlukan waktu untuk sampai ke ujung skala dalam mendukung para pemberontak, dan Dewan Transisi Libya.

"Pada akhirnya ini akan menjadi proses, yang lambat dan mapan di mana kami dapat melemahkan kekuatan rezim dan mengubah perhitungan politik rezim Gadhafi," katanya.

Presiden mengatakan bahwa tidak ada "perhitungan waktu yang tepat" berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menggulingkan pemimpin Libya.

Dalam beberapa pekan terakhir, NATO telah meningkatkan serangan bom terhadap instalasi militer utama dan pusat komando di Tripoli juga di kapal angkatan laut Libya.

Adapun pemberontakan dan demonstrasi massal di seluruh wilayah, seperti yang saat ini terjadi di Suriah dan Yaman, Obama mengatakan bahwa "ini akan menjadi tahun sebelum revolusi ini mencapai kesimpulan mereka, dan akan ada hari-hari sulit di sepanjang jalan."

"Kekuatan yang berkuasa jarang menyerah tanpa perlawanan," tambahnya. (EpochTimes/dia)